Oleh: ALIBORON | 27 Oktober 2010

Metode Penentuan Arah Kiblat

(MENGGUNAKAN TEODOLIT)
A. Persiapan

Untuk melakukan pengukuran arah kiblat suatu tempat atau kota dengan alat theodolit ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Urutan langkah-langkah berikut menggambarkan tahapan yang dilakukan secara sistematia dan berurutan, yaitu: a) Menentukan kota yang akan diukur arah kiblatnya b) Menyiapkan data Lintang Tempat (P) dan Bujur Tempat (L). c).Melakukan perhitungan arah kiblat untuk tempat yang bersangkutan d) Data arah kiblat hendaklah diukur dari titik Utara ke Barat (U-B) e) Menyiapkan data astronomis pada hari atau tanggal pengukuran f) Membawa jam penunjuk waktu yang akurat dan g) Menyiapkan teodolit.

B. Pelaksanaan
Setelah segala sesuatu yang diperlukan seperti di atas sudah tersedia maka pengukuran arah kiblat dengan theodolit dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
TEODOLIT
a) Pasang theodolit pada penyangganya, b) Periksa waterpass yang ada padanya agar theodolit benar-benar datar c). Berilah tanda atau titik pada tempat berdirinya theodolit (misalnya T), d). Bidiklah matahari dengan theodolit, e) Kuncilah theodolit (dengan skrup horizontal clamp dikencangkan) agar tidak bergerak, f) Tekan tombol “0-Set” pada theodolit, agar angka pada layar (HA=Horisontal Angle) menunjukkan 0 (nol), g) Mencatat waktu ketika membidik matahari tersebut jam berapa (W). Akan lebih baik dan memudahkan perhitungan selanjutnya apabila pembidikan matahari dilakukan tepat jam. (misalnya 09.00 WIB), h. Mengkonversi waktu yang dipakai dengan GMT (misalnya WIB dikurangi 7 jam), i) Melacak nilai Deklinasi Matahari (d) pada waktu hasil konversi tersebut (GMT) dan nilai equation of time (e) saat Matahari berkulminasi (misalnya pada jam 5 GMT) dari Ephemeris, j) Menghitung waktu Meridian Pass (MP) pada hari itu k) Menghitung sudut waktu (to) i) Menghitung Azimuth Matahari (A0), m). Menentukan arah kiblat (AK) dengan theodolit, n) Bukalah kunci horizontal tadi (kendurkan skrup horizontal clamp), o) Putar theodolit sedemikian rupa hingga layar theodolit menampilkan angka senilai hasil perhitungan AK tersebut, p) Turunkan sasaran theodolit sampai menyentuh tanah pada jarak sekitar 5 meter dari theodolit. Kemudian berilah tanda atau titik pada sasaran itu (misalnya titik Q) q) Hubungkan antara titik sasaran (Q) tersebut dengan tempat berdirinya Theodolit (T) dengan garis lurus atau benang, r) Garis atau benang itulah arah kiblat untuk tempat tersebut.

Catatan:
Jika deklinasi matahari (d) positif (+) dan pembidikan dilakukan sebelum Matahari berkulminasi maka AK = 360-A0-Q; Jika deklinasi matahari (d) positif (+) dan pembidikan dilakukan sesudah Matahari berkulminasi maka AK =A0 -Q; Jika deklinasi matahari (d) negatif (-) dan pembidikan dilakukan sebelum Matahari berkulminasi maka AK = 360 -(180-A0) – Q; Jika deklinasi matahari (d) negatif (-) dan pembidikan dilakukan sesudah Matahari berkulminasi maka AK = 180-A0-Q.

C. Contoh Perhitungan Arah Kiblat Semarang

Kabah terletak pada koordinat 21° 25’ 25” (LU) dan 39° 49’ 39” (BT) dan Semarang terletak pada koordinat -07° (LS) dan 110° 24’ (BT). Langkah pertama adalah menentukan nilai a, b dan C sebagai berikut:
a = 90° – (-07°) = 97°
b = 90° – 21° 25’ 25” = 68° 34’ 35”
C = 110° 24’ – 39° 49’ 39” = 70° 34’ 21”
Selanjutnya lakukan perhitungan dengan rumus:

Cotan B = sin a cotan b : sin C – coa a cotan C

Cotan B= sin 97° x cotan 68° 34’ 35” : sin 70° 34’ 21” – Cos 97° x cotan 70° 34’ 21”, maka B = 65° 29’ 23.18”

Dari perhitungan yang telah dilakukan di atas, diketahui bahwa arah kiblat kota Semarang (Q) adalah 65° 29’ 23.18” dari titik Utara (sejati) ke arah Barat atau 24° 30’ 36.82” dari titik Barat ke arah Utara.

a. Pengukuran Arah Kiblat dengan Theodolit

Identifikasi Data yang Diketahui
a) Lokasi yang diukur : Semarang
b) Lintang Tempat (P) : -07° (LS)
c) Bujur Tempat (BT) : 110° 24’ (BT)
d) Arah Kiblat (Q) : 65° 29’ 23.18” (dari titik Utara ke Barat)
e) Tanggal Pengukuran : 8 Oktober 2010
f) Waktu Pembidikan (W) jam 14:30 WIB atau 07:30 GMT
g) Deklinasi Matahari (d ) jam 14:30 GMT:

Karena waktu pengukuran pada jam 14.30 WIB sementara dalam tabel ephemeris hanya mencantumkan interval deklinasi matahari perjam, maka untuk menentukan deklinasi jam 14.30 WIB harus dilakukan interpolasi sebagai berikut:
Jam 14 :00 WIB
= Jam 7 : 00 GMT = -5º 52 ‘ 11”
= Jam 8 : 00 GMT = -5º 53 ‘ 08” -
= 00º 0’ 57” x 0:30:00
= 00º 00’ 28.5”
Deklinasi Matahari = -5º 29 ‘ 15” – 00º 00’ 28.5” = -5º 29’ 43.5”
Catatan:
Rumus Interpolasi = A – (A-B) x C/1

h) Equation Of Time (e) jam 05 GMT = 00j 12m 21d

2) Mencari Meridian Pass (MP)

Rumus yang digunakan MP = ((105 – BT) : 15) + 12 – e
MP = ((105 – 110° 24’) : 15) + 12 – 00j 12m 21d
MP = 11° 26’ 03”

3) Mencari Sudut Waktu

Sudut Waktu dicari dengan rumus : (to) = (MP-W) x 15
to = (11°26’ 03” – 14j 30m) x 15
to = -45°59’ 15”

4) Mencari Azimuth (Ao)

Rumus yang digunakan adalah:
Cotg Ao = ((cos P. tan d. sin to (sin P. tan t0)]
Cotg Ao = (cos -07° x tan -5º 29’ 43.5”. sin-45°59’ 15” (sin -07°. tan -45° 59’ 15”)
A0 = 89° 08’ 18.61” (harga mutlak)

5) Mencari Arah Kiblat pada Theodolit

Karena deklinasi Matahari (d) negatif (-) dan pembidikan dilakukan setelah matahari berkulminasi maka :
AK = 180-A0-Q
= 180 – 89° 08’ 18.61” – 65° 29’ 23.18”
AK = 25° 22’ 18.21”
Selanjutnya putar teodolit hingga layar theodolit (HA) menampilkan angka 25°22’18.21”

6) Mencari Titik Utara Sejati

Mengingat waktu pembidikan sore hari (pukul 14.30 WIB) maka nilai untuk mencari utara sejati adalah:
US = 180 – 89° 51’ 41.39”
US = 90° 51’ 1.39”

About these ads

Responses

  1. Assalamu’alaikum! Mohon penjelasannya ttg langkah d di atas, yakni bagaimana kita mengetahui bahwa proyeksi titik pusat Matahari benar-benar tepat di titik pusat lingkaran pada theodolit. Karena jika proyeksi titik pusat matahari tidak tepat maka akan mengurangi keakuratan hasil pengukuran. Terima kasih.

    • Betul sekali. Theodolit ada yang membidik secara otomatis titik api matahari, yg demikian tentu tidak ada masalah. Pada teodolit yang pembidikannya dilakukan secara manual harus dilakukan secara teliti: caranya 1) Bidik matahari dan lihat titik fokusnya pada kertas putih, 2). pastikan titik fokus benar2 berada di tengah bagian terang pd kertas 3) harus dibidik pada waktu ketinggian matahari cukup ideal, jangan terlalu tinggi seperti menjelang tengah. 4) sering latihan.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: