Oleh:
Akhmad Syaikhu, SAg SS MSI MHI

Fenomena astronomi berupa gerhana bulan total (total lunar eclipse) akan terjadi pada Sabtu malam (malam Minggu) tanggal 4 April 2015. Ini adalah peristiwa gerhana bulan pertama di tahun 2015 disamping gerhana bulan parsial pada tanggal 28 September 2015 yang akan datang.

Mengapa Gerhana Bulan Terjadi?
Gerhana bulan terjadi bila sebagian atau seluruh bagian bulan melintasi bayangan bumi. Saat itu posisi bumi di antara matahari dan bulan dan ketiga benda langit tersebut berada dalam satu garis lurus, akibatnya sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi. Dengan kata lain gerhana bulan terjadi ketika bulan beroposisi dengan matahari.
Gerhana bulan terjadi pada saat full moon atau bulan purnama, meskipun tidak setiap bulan purnama akan menimbulkan gerhana bulan. Hal ini disebabkan karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sehingga tidak setiap oposisi bulan dan matahari akan menimbulkan gerhana.
Di dalam geometris gerhana bulan, bayangan bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu: umbra, merupakan bayangan gelap bagian dalam, dan penumbra, merupakan bayangan luar yang samar . Dalam jangka waktu setahun, dua sampai empat kali bulan melewati bayangan penumbra dan umbra bumi yang mengakibatkan salah satu dari tiga jenis gerhana bulan berikut:
1. Gerhana Bulan Penumbra.
Gerhana ini terjadi ketika bulan melewati bayangan penumbra bumi. Jenis Gerhana ini sekitar 35 persen dari semua gerhana bulan yang terjadi. Penampakan gerhana bulan selama fase ini sangat halus dan sulit untuk diamati seperti terjadi pada 25 Mei 2013 dan 19 Oktober 2013 lewat.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi ketika sebagian bulan melintasi bayangan umbra bumi. Jenis Gerhana ini sekitar 30 persen dari semua gerhana bulan yang terjadi. Selama fase ini, sebagian dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi, akibatnya bentuk piringan bulan tidak utuh, misalnya terjadi pada 26 April 2013 lewat.
3. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bagian bulan melewati bayangan umbra bumi. Gerhana bulan total terjadi 35 persen dari seluruh gerhana bulan yang terjadi. Ini adalah jenis gerhana bulan yang paling menarik, karena selama gerhana total perubahan warna bulan mencolok. Sinar matahari yang tersebar melalui atmosfir bumi menyaring sebagian besar cahaya biru, membuat cahaya bulan yang tersisa dalam nuansa merah, orange, kuning dan coklat – tergantung pada banyaknya debu dan abu vulkanik di atmosfer bumi. Warna bulan saat gerhana total dapat menjadi indikator tingkat polusi di angkasa.
Gerhana bulan total dimulai dengan penumbra, diikuti oleh gerhana sebagian dan kemudian gerhana total, selanjutnya gernaha sebagian dilanjutkan dengan penumbra dan setelah itu gerhana selesai. Seluruh gerhana bulan aman untuk diamati tanpa menggunakan filter atau dengan mata telanjang.

Kapan dan dimana gerhana bulan total 4 April 2015 dapat diamati?
Gerhana bulan total pada 4 April 2015 berdasarkan peta gerhana bulan dari Sky View Cape akan dapat disaksikan dari seluruh kawasan Indonesia. Selain itu dapat diamati juga di wilayah Asia Timur, Australia, Lautan Pasifik dan sebagian wilayah Amerika Tengah dan Utara.
Secara umum semakin ke timur dari titik pengamatan semakin panjang waktu gerhana dapat terlihat. Sebaliknya makin ke barat akan semakin pendek.

Fase-fase gerhana bulan dilihat dari Banjarmasin pada 4 April 2015 adalah:
Bulan mulai masuk bayangan penumbra bumi yang menimbulkan gerhana samar terjadi pada pukul 16:59:36 sampai pukul 18:15:24 WITA. Pada fase ini di Banjarmasin awal gerhana penumbra tidak teramati karena bulan belum terbit, posisinya masih berada di bawah ufuk sebelah timur. Setelah bulan meninggi di timur gerhana penumbra sudah terjadi.
2. Bulan mulai masuk bayangan gelap (umbra) Bumi atau gerhana sebagian pada pukul 18:15:24 WITA. Untuk kota Banjarmasin bulan mulai dapat teramati di sebelah timur langit pada azimuth 94˚ 52’ sekitar pukul 18:38 WITA pada ketinggian sekitar 3 derajat.
3. Awal Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 19:54:06 WITA. Bulan purnama yang biasanya terang akan tampak bercahaya redup dengan warna merah tembaga atau merah darah akibat refraksi atau pembiasan cahaya matahari oleh atmosfir bumi.
4. Puncak gerhana atau maksimum gerhana berlangsung pada pukul 20:00:12 WITA pada ketinggian sekitar 10.6 derajat.
5. Akhir Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 20:06:18 WITA, setelah itu memasuki fase gerhana bulan sebagian atau gerhana bulan parsial.
6. Bulan mulai meninggalkan bayangan umbra bumi pada pukul 22:45:06 WITA pada ketinggian sekitar 51 derajat.
7. Bulan mulai meninggalkan bayangan penumbra bumi pada pukul 23:00:48 WITA, mengakhiri fase gerhana samar, sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian fase gerhana pada ketinggain 67 derajat.
Dari data di atas dapat diketahui bahwa lama waktu gerhana dari fase penumbra hingga gerhana berakhir adalah 6 jam 1 menit 12 detik. Gerhana matahari sebagian terjadi selama 3 jam 29 menit 42 detik. Sedangkan fase gerhana total berlangsung 12 menit 12 detik.
Untuk tampilan gerhana yang spektakular hanya terjadi sekitar 12 menit dari pukul 19:54 – 20:06 WITA. Itulah saat yang terbaik untuk menyaksikan terjadinya peristiwa gerhana.

Islam Menentang Mitologi Gerhana
Dalam perspektif Alquran fenomena gerhana bulan semata-mata merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang disitir pada Surah Al-Imran ayat 27: “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam “.
Allah dengan kekuasaan dan kehendakNya menjadikan dua keadaan yang berbeda namun bisa menyatu di suatu tempat, misalnya di bumi berlangsung keadaan malam sementara pada sisi lainnya dalam keadaan siang. Demikian pula pada bulan purnama tanggal 4 April 2015 adalah suatu keadaan siang (di bulan) yang dimasukkan Allah ke dalam suasana malam melalui bayangan bumi yang kita saksikan sebagai fenomena gerhana.
Jauh sebelum Islam datang ada mitos yang diyakini bangsa Arab dan termasuk sebagian sahabat kala itu bahwa gerhana adalah pertanda adanya kelahiran atau kematian seorang tokoh besar. Bersamaan dengan kematian Ibrahim putera Rasulullah, kebetulan terjadi pula gerhana matahari. Peristiwa itu dalam rekonstruksi hisab terjadi pada zaman Rasulullah pada 27 Januari 632 M / bertepatan dengan peristiwa Ijtimak (conjuntion) 29 Syawal tahun 10 H. Kaum muslimin menganggap peristiwa itu suatu mukjizat. Mereka menganggap gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim. Hal ini terdengar oleh Rasulullah. Beliau menemui kaum Muslimin dan menjelaskan bahwa terjadinya gerhana matahari bukan karena kematian Ibrahim bin Muhammad. “Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah, tiadalah gerhana matahari dan gerhana bulan itu karena kematian atau kelahiran seseorang. Kalau kalian melihat hal itu, maka segeralah kamu melaksanakan shalat”. (Hadis riwayat Imam Bukhari).

Anjuran Bagi Ummat Islam
Sesuai pesan Rasulullah pada peristiwa gerhana bulan 4 April 2015 nanti, umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana bulan hendaknya melakukan shalat gerhana secara berjamaah. Di dalam fikih shalat gerhana termasuk sunat muakkadah (sangat dianjurkan).
Pelaksanaan shalat gerhana dilengkapi dengan khutbah yang isinya memuat pesan untuk mengingatkan jamaah pada kekuasaan dan kemahabesaran Allah.
Ummat Islam juga dianjurkan menghadirkan rasa takut kepada Allah baik karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan. Selain itu disunnatkan memperbanyak istighfar, berzikir berdoa, bertakbir, menolong sesama, melaksanakan shalat, serta berlindung kepada Allah dari azab neraka dan azab kubur.
Waktu untuk melaksanakan shalat sebaiknya setelah bersama-sama menyaksikan peristiwa gerhana bulan fase total yang terjadi sekitar 19:54 sampai 20:06 WITA.

Pendahuluan Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan azimuth kiblat karena metode dan teknik pengukuran selalu berkembang. Berikut ini akan saya uraikan teknik pengukuran azimuth kiblat dengan teodolit menggunakan NOAA Solar Calculator. Langkah-Langkah:

  1. Buka website http://www.esrl.noaa.gov/gmd/grad/solcalc/index.html
  2. Pada locations, masukan data lintang (latitude), bujur (longitude), time zone
  3. Pada “date”, masukan data tanggal, bulan, tahun, dan local time (waktu setempat) dalam satuan jam, menit dan detik.
  4. Untuk menentukan titik koordinat, dapat juga diklik pada world city. Perbesar tampilan peta sampai kota yang dimaksud kelihatan. Kemudian tunjuklah kota tersebut misalnya Banjarmasin, maka dengan otomatis nilai titik koordinat menyesuaikan lokasi Banjarmasin.
  5. Setelah “Location” dan “Date” diisi, data-data matahari yang terdiri dari : equation of time, solar declination, apparent sunrise, solar noon, apparent sunset, dan azimuth (matahari) diketahui.
  6. Prosedur Pengukuran:
    • Memasang teodolit hingga dalam posisi siap digunakan
    • Membidik matahari  sampai ditemukan fokusnya dan mencatat waktu bidik sesuai dengan jam standar.
    • Kunci teodolit agar tidak bergerak lagi .
    • Isi pada local time sesuai waktu pembidikkan. Pada contoh di atas adalah 09:12:42 WITA.
    • Perhatikan nilai azimuth matahari. Pada contoh di atas nilai azimuth matahari adalah 68.43 (positif), artinya posisi matahari pada saat dibidik berada 68.43 derajat  dari titik utara sejati (True North).
    • Arahkan teodolit ke Utara Sejati dengan memutar ke arah kiri senilai 68.43 derajat.
    • Setelah mencapai utara sejati, kunci teodolit.
    • Hitung azimuth kiblat dan catat hasilnya.  Untuk lokasi Banjarmasin di atas, nilai azimuth kiblatnya adalah 292° 51’ 44”.
    • Dari posisi utara sejati, putar teodolit searah jarum jam sejauh 292° 51’ 44”, itulah arah kiblat sejati.
    • Beri garis arah kiblat.
    • Pengukuran Selesai.

    Perhatikan gambar berikut:

Demikian, semoga bermanfaat Banjarmasin, 20 Agustus 2014 Akhmad Syaikhu

Oleh: Datu Akhmad Syaikhu
“Dan dengan bintang-bintang mereka dapat petunjuk (jalan).” (QS.An-Nahl:16)

Dalam catatan terdahulu saya menulis “Menentukan Posisi Kiblat dengan NOAA Solar Calculator”, intinya adalah menentukan posisi kiblat mengacu pada azimuth matahari. Dalam catatan kali ini saya akan menguraikan teknik pengukuran arah kiblat menggunakan azimuth bintang dan Planet. Keduanya adalah teknik baru yang dapat digunakan di samping teknik-teknik pengukuran konvensional yang sudah banyak diketahui. Saya terinspirasi dengan teknik ini setelah memperhatikan beberapa software astronomi yang disediakan ANDROID memungkinkan kita melakukan pengukuran kiblat dengan acuan benda langit apa saja, seperti  azimuth bintang-bintang, azimuth bulan, dan azimuth planet-planet. Peralatan utama yang diperlukan untuk teknik pengukuran ini adalah: Teodolit, Telepon Genggam Android, dan Laser. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Pasang Night Sky Tools Astronomy  (Smoky Cogh) pada Android.
  2. Buka Night Sky Tools, pilih General, pilih Sky Map, sentuh ikon perangkat sehingga muncul Location Setting.
  3. Sesuaikan nilai Latitude (lintang), Longitude (bujur) dan Timezone dengan lokasi pengukuran dilaksanakan. Untuk mengetahui nilai lintang dan bujur tempat pada android dapat diinstall fasilitas GPS, salah satunya adalah aplikasi “My GPS Koordinat”.
  4. Buka kembali Sky Map, cari dan tentukan sembarang objek langit yang terang dan arahkan android ke langit. Android akan melakukan scanning terhadap langit dan memberikan informasi tentang objek langit (bintang dan planet) dilihat dari titik observasi. Informasi yang diberikan antara lain: Altitude, Azimuth, Apparent Right Ascension (ARA) dan Declination. Dalam tracking (pelacakan), bintang atau planet yang dipilih harus berada di titik silang dalam lingkaran. Catat nilai azimuth benda langit tersebut, dalam image di bawah misalnya tertera : Bintang ARCTURUS, azimuth: 289.38°
  5. Arahkan teodolit yang telah disiapkan sebelumnya pada objek langit yang dipilih, yaitu ARCTURUS. Setelah objek langit berhasil dilacak, teodolit dikunci dan angkanya di nol kan.
  6. Teodolit yang semula mengarah pada azimuth 289.38° diputar searah jarum jam sejauh 70.62° (360°-289.38° = 70.62° ) agar mengarah ke utara sejati (True North). Setelah itu teodolit kembali dikunci dan di-nol-kan.
  7. Hitung azimut kiblat tempat dengan rumus segitiga bola: Cotg B= (cotg b.sin a: sin C) – cos a.cotg C atau dapat menggunakan software aplikasi falakiyah. Untuk tempat di Kota Banjarmasin yang terletak pada titik koordinat -3.33° dan 114.61° azimuth kiblatnya adalah 292° 51′ 57″. Putar horizon teodolit sesuai arah jarum jam sejauh 292° 51′ 57″, azimuth kiblat tempat ditemukan dan selanjutnya teodolit dikunci kembali.
  8. Gunakan laser (merah atau hijau) yang disinarkan pada lensa teodolit untuk memberikan tanda arah azimuth kiblat. Salah seorang dari pengukur membantu memberikan tanda sesuai arah sinar laser. Teknik penentuan arah kiblat dengan azimuth bintang tentu dilaksanakan malam hari, oleh karena itu laser akan sangat berguna untuk memberikan tanda arah.
  9. Pengukuran selesai.

Perhatikan bintang Arcturus yang di-tracking berada pada azimuth 289.38°. Untuk mengarahkan teodolit ke titik utara sejati geser teodolit sejauh 70.62°. Selanjutnya arahkan teodolit ke posisi kiblat di azimuth 292° 51' 57"

Perhatikan bintang Arcturus yang di-tracking berada pada azimuth 289.38°. Untuk mengarahkan teodolit ke titik utara sejati geser teodolit sejauh 70.62°. Selanjutnya arahkan teodolit ke posisi kiblat di azimuth 292° 51′ 57″

Oleh: ALIBORON | 27 September 2014

HISAB AWAL BULAN DZULHIJAH 1435 H

Oleh: ALIBORON | 27 Mei 2013

SK Falak So Sweet Memories

SK.1.

SK.2.

 

SK.3.

Oleh: ALIBORON | 17 Mei 2013

MENGENAL KALKULATOR DAN PENGGUNAANNYA

(Bahan Diklat Hisab Rukyat)

Oleh :

Akhmad Syaikhu

A. Pendahuluan
Perhitungan-perhitungan falakiyah dengan kalkulator saintifik membutuhkan pengenalan yang baik tentang fungsi-fungsi yang tersedia pada kalkulator agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.
Kalkulator banyak sekali merk dan type-nya, kadang-kadang untuk menjalankan fungsi tersebut berbeda-beda caranya. Salah satu type adalah fx-350MS yang akan dijelaskan cara penggunaannya.

B. Casio Type fx-350MS

 FX-350MS

C. Cara Penggunaan
Pada rumus menghitung arah Kiblat
Cotan B = cotan b sin a : sin c – cos a cotan c

Dengan:
B  : Arah kiblat, (sudut antara arah ke Titik Kutub Utara dan arah ke Ka’bah)
c  : Selisih antara bujur ka’bah dengan bujur tempat yang dicari Kiblatnya.
a  : 90o -lintang tempat (atau co-latitude)
b  : 90o -lintang ka’bah (busur antara titik kutub utara dengan ka’bah)

Contoh:
Menghitung arah kiblat Mesjid Abdurrahman Ismail IAIN Antasari Banjarmasin. Diketahui data-data sebagai berikut:
Lintang Kabah : 21o 25’ 21.04”  LU
Bujur Kabah : 39o 49’ 34.33”  BT
Lintang  Mesjid : 03° 19′ 54.50″  LS
Bujur Mesjid: 114° 37′ 04.81″ BT
Selanjutnya cari nilai-nilai a, b, dan c
a = 90o – -03° 19′ 54.50″ : 93o 19’ 54.50”

Cara menghitungnya tekan secara berurutan:  °′″

9

0

°′″

0

3

°′″

1

9

°′″

5

4

.

5

0

°′″

Dilayar akan tampak :
93o 19’54.50”→ a
b = 90o – 21o 25’ 21.04”                                :        68o  34’ 38.96”
Cara menghitungnya tekan secara berurutan:

9

0

 °′″

2

1

°′″

2

5

°′″

2

1

.

0

4

°′″

Dilayar akan tampak :
68o 34’38.96”→ b
c = 114°37′ 4.81″ – 39o 49’ 34.33”:  74o47’ 30.48”
Cara menghitungnya tekan secara berurutan:

1

1

4

°′″

3

7

°′″

4

.

8

1

°′″

3

9

°′″

4

9

°′″

3

4

.

3

3

°′″

Dilayar akan tampak :
74o 47’30.48”→ c
Masukkan nilai-nilai a, b dan c ke dalam rumus berikut:
Cotan B   =    cotan b sin a : sin c  – cos a cotan c
Cotan B   =    cotan 68o 34’38.96”sin 93o 19’54.50”: sin 74o 47’30.48”- cos 93o 19’54.50”cotan 74o 47’30.48”
Cara menekan kalkulator  casio type  fx 350MS sebagai berikut:

1

:

tan

6

8

°′″

3

4

°′″

3

8

.

9

6

°′″

sin

9

3

°′″

1

9

°′″

5

4

.

5

0

°′″

:

sin

7

4

°′″

4

7

°′″

3

0

.

4

8

°′″

cos

9

3

°′″

1

9

°′″

5

4

.

5

0

°′″

x

1

:

Tan

7

4

°′″

4

7

°′″

3

0

.

4

8

°′″

=

shift

tan

=

°′″

Dilayar tampak :
22o 51’54.59”  →          sudut arah kiblat dari titik utara ke barat. Kemudian tekan

9 0 °′″ = x
1 =

Dilayar tampak
67o 8’5.41”  →   sudut arah kiblat dari titik barat ke utara. Kemudian tekan

3 6 0 °′″ = x
1 =

Dilayar tampak
292o 51’54.5”  →          azimuth kiblat, yaitu besar sudut yang ditarik dari titik utara sejati searah jarum jam.

2.  Pada rumus menghitung arah Kiblat
Cotan K = cos lt . tan lm + sin lt . cos (bt-bm) : sin (bt – bm)
Diketahui :
lt   = lintang tempat   :    03° 19′ 54.50″  LS
lm   = lintang makkah   :    21o 25’ 21.04”  LU
bt   = bujur tempat     :    114° 37′ 04.81″ BT
bm   = bujur makkah     :    39o 49’ 34.33”  BT
Cotan K =    cos lt . tan lm + sin lt . cos (bt-bm) : sin (bt – bm)
Cotan K =    cos 03° 19′ 54.50″  tan 21o 25’ 21.04”  + sin 03° 19′ 54.50″ cos (114° 37′ 04.81″ – 39o 49’ 34.33”) : sin (114° 37′ 04.81″ – 39o 49’ 34.33”)
Sebelumnya sederhanakan (114° 37′ 04.81″ – 39o 49’ 34.33”) menjadi = 74o 47’ 30.48”
Selanjutnya gunakan kalkulator casio type fx350MS sebagai berikut:
Shift tan  ( cos 3° 19′ 42″ tan 21° 25′ 21.04″ + sin 3° 19′ 42″ cos 74o 47’ 30.48” : sin 74o 47’ 30.48”)
Dengan cara yang sama seperti di atas maka perhitungan akan menghasilkan nilai sebagai berikut:
22o 51’ 53.84” → sudut arah kiblat dari titik utara ke barat.
67o 08’ 6.16”  → sudut arah kiblat dari titik barat ke utara.
292o 51’53.8”  → azimuth kiblat, yaitu besar sudut yang ditarik dari titik utara sejati searah jarum jam.

 

 

Oleh: ALIBORON | 17 Mei 2013

HISAB HAKIKI PENENTUAN AWAL SYABAN 1434 H

Akhmad Syaikhu

Akhmad Syaikhu


Koordinat Tempat:

φ= -3° 19′ 33.20″
λ = 114° 35′ 24.11″
h = 29.75 m
Markaz : Lantai 7 Gedung BPD Kalsel
Banjarmasin

Oleh : Akhmad Syaikhu
(Peminat Studi Falak)


A. Konversi tanggal 29 Djumadil Akhir 1434 H ke dalam tanggal Masehi.

  1. 29 Sya’ban 1434 H di uraikan menjadi 1433 tahun lebih 6 bulan 29 hari
  2. 1433 dibagi 30 diperoleh daur 47 daur sisa 23 tahun
  3. 23 tahun sisa terdapat 8 tahun panjang ( thn ke-2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21 ) dan 15 tahun pendek
  4. 47 dikalikan 10.631 hasilnya 499.657
  5. 8 kabisat dikalikan 355 hasilnya 2840
  6. 15 tahun pendek dikalikan 354 hasilnya 5310
  7. 6 bulan dalam penjabaran dikali 30 dikurangi 1 tahun genap hasilnya 177
  8. Sisa penjabaran 29 hari + 499.657+2840+5310+177 = 508.013
  9. 508.013 ditambah selisih masehi-hijriyah 227.016 dan ditambah koreksi Paus Gregorius XIII yaitu 13,  hasilnya 735042 hari.
  10. 735042 dibagi hari dalam siklus masehi yaitu 1.461 hasilnya 503 siklus sisa 159 hari
  11. 503 x 4 = 2012
  12. 159 : 365 = 0 tahun sisa 159 hari
  13. 159 hari =5 bulan 10 hari (Januari 31, Februari 28, Maret 31, April 30, Mei=31=151 hari).
  14. Hasilnya adalah 2012 tahun lebih 5 bulan lebih 8 hari atau berarti bertepatan dgn tanggal 8 Juni 2013.
  15. Kesimpula: tanggal 29 Rajab 1434 H sama dengan tanggal 08 Juni 2013 M.

B. Data Ephemeris :

86131

86132

C. Menentukan terjadinya Ijtima’ pada akhir Rajab 1434 H yang diperkirakan terjadi 8 Juni 2013 dengan langkah-langkah berikut:

  1. Perhatikan Fraction Illumination (cahaya bulan) terkecil dari ephemeris  2013 pada tanggal 8 Juni 2013 M. Dari tabel diketahui cahaya bulan terendah diperoleh pada tanggal 8 Juni 2013 pada pukul 15 GMT, 16 (GMT) yaitu 0.00056 (click tabel di atas).
  2. Data-data menghitung Ijtima:[1])

Jam GMT          EL©                    AL®
Jam 15       77° 58′ 38″            77° 32′ 19″
Jam 16       78° 01′ 01″            78° 01′ 55″

IJTIMA =   GMT1 + ((EL©€1 – AL®‚1): ((AL®– AL‚®1) – (EL©– EL©1)))
=   15 + ((77° 58′ 38″- 77° 32′ 19″) : ((78° 01′ 55″- 77° 32′ 19″) – (78° 01′ 01″– 77° 58′ 38″)))
=   15 : 58 : 0.96 GMT atau
=   23 : 58 : 0.96 WITA
Dengan demikian Ijtima terjadi pada pukul 23 : 58 : 0.96  WITA, masuk pada hari Sabtu Pon, tanggal 8 Juni  2013

D. Menentukan matahari terbenam di Banjarmasin pada 08 Juni 2013 M/29 Rajab 1434 H

1. Tinggi matahari saat terbenam (h©€):
h©€    = – (ku + ref + sd )
ku     = 0° 1′.76 √29.75 m   =   0° 9′ 35.98″
Ref   = 0˚ 34′ 30″ (Refraksi/Pembiasan tertinggi saat ghurub).
sd     = 0° 15′ 35.48″ (semi diameter matahari rata-rata diambil jam 12 GMT).
h©€    = – (0° 9′ 35.98″+ 0˚ 34′ 30″ + 0° 15′ 35.48″) = –0° 59′ 41.46″

2. Deklinasi matahari dan equation of time saat ghurub. Perkiraan taqribi sekitar pukul 18 WITA atau 10 GMT:
δ©€        = 22° 52′ 25″   dan equation of time = +0° 0′ 55″
3. Sudut waktu matahari (t©€) taqribi saat terbenam:
Cos t©=   sin h©€ : cos ϕ : cos δ© – tan ϕ. tan δ©€
               =   sin –0° 59′ 41.46″ : cos-3° 19′ 33.20″ : cos 22° 52′ 25″ – tan-3° 19′   33.20″. tan 22° 52′ 25″
= shift  cos = °′″   → 89° 40′ 36.62″
t€©   =   89° 40′ 36.62″   = +5 j : 58 m : 42.44 d

4. Terbenam matahari
Sunset   = 12 + (+ 5 : 58 : 42.44)
= Pukul 17 : 58 : 42.44 – e + ((120 – 114° 35′ 24.11″)/15)
= Pukul 17 : 58 : 42.44 – +0 : 0 : 55 + 0 : 21 : 38.39
= Pukul 18 : 19 : 26.03
= Pukul 18 : 19 : 26 (dibulatkan).

 5.  Menentukan deklinasi matahari (δ©€) dan equation of time (e) pada 29 Dzumadil Akhir 1434 H / 10 Mei 2013 M saat ghurub di Banjarmasin yang sesungguhnya (hakiki) yaitu pukul 18 : 19 : 26 WITA dengan interpolasi:
δ©€  = δ©1 + k (δ©2 – δ©1)
δ©1 (10 GMT / 18 WITA)       = 22° 52′ 25″
δ©2 (11 GMT / 19 WITA)       = 22° 52′ 38″
k (selisih waktu)            = 00 j :  19 m  : 26 d
δ©€ = 22° 52′ 25″ + 0° : 19′ : 26″ x (22° 52′ 38″ –  22° 52′ 25″) = 22° 52′ 29.21″
e       = e1 + k (e2 – e1)
e1 (10 GMT / 18 WITA)           = 00° 00′ 55″
e2 (11 GMT / 19 WITA)           = 00° 00′ 55″
k (selisih waktu)                     = 00 j :  19 m  : 26 d
e€    = 00° 00′ 55″ + 0° : 19′ : 26″  x (00° 00′ 55″ –  00° 00′ 55″) = 00° 00′ 55″

6. Menentukan sudut waktu matahari hakiki saat terbenam:
Cos t©= sin h©: cos ϕ : cos δ© – tan ϕ. tan δ©€
= sin –0° 59′ 41.46″: cos-3° 19′ 33.20″ : cos 22° 52′ 29.21″ – tan-3° 19′  33.20″. tan 22° 52′ 29.21″
=   89° 40′ 36.37″ : 15
t=   +5 j : 58 m : 42.42d

7. Terbenam matahari
Sunset   = 12 + (+ 5 : 58 : 42.42)
= Pukul 17 : 58 : 42.42 – e + ((120 – 114° 35′ 24.11″)/15)
= Pukul 17 : 58 : 42.42 – + 00° 00′ 55″ + 0 : 21 : 38.39
= Pukul 18 : 19 : 25.81
= Pukul 18 : 19 : 26 WITA (dibulatkan).

E. Azimut matahari saat terbenam (Az©€) pukul 18 : 19 : 26 Wita atau 10 : 19 : 26 GMT
Cotan A©€ = tan δ©€ . cos ϕ : sin t© – sin ϕ : tan t€©
= tan 22° 52′ 29.21″. cos-3° 19′ 33.20″ : sin 89° 40′ 36.62″   – sin -3° 19′ 33.20″  : tan 89° 40′ 36.62″
= 0.421521252 (U)
Az  = 112° 51′ 23.2″ (U-B)
Azimut =  +292° 51′ 23.2″

F. Right Ascension Matahari (ARA©) dan Right Ascension Bulan (ARA®‚)
1. Right Ascension Matahari (ARA©) pada pukul 18 : 19 : 26 WITA  (pukul 10 : 19 : 26 GMT dengan rumus interpolasi sebagai berikut:
ARA©€  =  ARA©1 + k ( ARA©2 – ARA©1 )
ARA©1 (10 GMT / 18 WITA)           =  76° 42′ 50″
ARA©2 (11 GMT / 19 WITA)           =  76° 45′ 25″
k (selisih waktu) = 00 j :  19m  : 26d
ARA©  =   ARA©€1 + k ( ARA©€2 – ARA© €1 )
=   76° 42′ 50″ + 00° 19′ 26″ (76° 45′ 25″ – 76° 42′ 50″)
=   76° 43′ 40.2″

2.  Right Ascension Bulan (ARA‚) pada pukul 18:19:26 WITA (pukul 10 : 19 : 26 GMT):
ARA®‚  = ARA®1 + k ( ARA®2 – ARA®1 )
ARA®‚1 (10 GMT / 18 WITA)       =  74° 05′ 24″
ARA®‚2 (11 GMT / 19 WITA)       =  74° 37′ 00″
k (selisih waktu)              = 00 j :  19 m  : 26 d
ARA®‚   =   ARA®1 + k ( ARA2 – ARA1 )
=   74° 05′ 24″ + 00° 19′ 26″ (74° 37′ 00″ – 74° 05′ 24″)
=   74° 15′ 36.09″

3. Sudut waktu bulan (t®) pukul 18 : 19 : 26 WITA  (pukul 10 : 19 : 26 GMT):
t®  = ARA© + t© – ARA®
= 76° 43′ 40.2″ + 89° 40′ 36.37″ – 74° 15′ 36.09″
= 92° 08′ 40.48″

4. Menentukan deklinasi bulan (δ®‚), yaitu pukul 18 : 19 : 26 WITA  (pukul 10 : 19 : 26 GMT):
δ®  = δ®1 + k (δ®2 – δ®1)
δ®1 (10 GMT / 18 WITA)          = 20° 08′ 03″
δ®2 (11 GMT / 19 WITA)          = 20° 08′ 53″
k (selisih waktu)                       = 00 j :  19 m  : 26 d
δ®‚ = δ®‚1 + k (δ®‚2 – δ®‚1)
δ®‚ = 20° 08′ 03″+ 00° 19′ 26″ (20° 08′ 53″– 20° 08′ 03″)
= 20° 08′ 19.19″

5. Menentukan tinggi bulan hakiki (h‚) :
Sin h®‚   = sin ϕ. sin δ®‚ + cos ϕ. cos δ®‚ cos t‚®
= sin-3° 19′ 33.20″ x sin 20° 08′ 19.19″+ cos-3°19’33.20″. cos 20° 08′ 19.19″ x cos 92° 08′ 40.48″
Sin h®‚  = -0.055048394
h®‚        = -03° 09′ 20.29″ (tinggi hilal hakiki)

G. Koreksi-Koreksi untuk menentukan Hilal Mar’i
1. Paralax
a. Horizontal Paralaks saat ghurub
HP = HP1 + k + (HP2 – HP1)
HP‚1 (10 GMT / 18 WITA)    = 00° 54′ 03″
HP‚2 (11 GMT / 19 WITA)    = 00° 54′ 02″
k (selisih waktu)                     = 00 j :  19 m  : 26 d
HP     =   HP1 + k + (HP2 – HP1)
HP     =   00° 54′ 02″ + 00° 19′ 26″ (00° 54′ 02″ – 00° 54′ 02″)
= 00° 54′ 02″

b. Parallaks (Par)
Par =   HP cos h‚®
=   00° 54′ 02″ x cos -03° 09′ 20.29″
=   00° 53′ 57.08″

2. Refraksi
Ref   =   Ref1 + k + (Ref2 – Ref1)
Ref1 (h® =   – 00° 35′ )    = 0° 34.5′
Ref2 (h® =   – 00° 31′ )    = 0° 33.8′
k (selisih) =  ((-03° 09′ 20.29″ – -00° 35′) : (-00° 31′ – -00° 35′))
ref = 0° 34.5′ + ((-03° 09′ 20.29″ – -00° 35′) : (-00° 31′ – -00° 35′)) x (0° 33.8′ -0° 34.5′)
=   01° 1′ 30.55″

3. Kerendahan Ufuk (ku/dip)
dip =   00° 1′ 76√h   =   00° 09′ 35.98″

4.  Hilal Mar’i (h‚’)
h®‚’    =   h® – Par + Ref + ku
h®‚’    =   -03° 09′ 20.29″ – 00° 53′ 57.08″ + 01° 1′ 30.55″+ 00° 09′ 35.98″
=   – 02° 52′ 10.84″

H. Posisi Hilal
1. Azimut Hilal (Az®‚)
Cotan A‚®   = tan δ® . cos ϕ : sin t‚®– sin ϕ : tan t‚®
=   tan 20° 08′ 19.19″. cos-3° 19′ 33.20″ : sin 92° 08′ 40.48″ – sin -3° 19′ 33.20″  : tan 92° 08′ 40.48″
=   0.364179833
=   110° 0′ 38.17″
Az Bulan     =   290° 0’ 38.17”

2. Posisi Hilal (P) :
P ®    =   Az® – Az©
=   290° 0’ 38.17” – +292° 51′ 23.2″
=   – 02° 50′ 45.03″ (di sebelah selatan terbenam)
3. Cahaya Hilal :
Cahaya Hilal   =   FI1 + k (FI2-FI1)
Diketahui:
FI(10 GMT / 18 WITA)    = 0.00104
FI(11 GMT / 19 WITA)    = 0.00088
Selisih waktu   =   00 j :  19 m  : 26 d
Cahaya Hilal   =   0.00104 + 00° 19′ 26″ x (0.00088– 0.00104)
=   9.881777778-4  = 0,000988177
=   (0.00%)

RESUME
Ijtima’ terjadi pada : Sabtu-Pon tanggal 8 Juni 2013 /30 Rajab  1434 H pukul 23 : 58 : 0.96  WITA
Matahari Terbenam Pukul  :    Pukul 18 : 19 : 26 WITA
Tinggi Hilal Hakiki                :  -03° 09′ 20.29″
Tinggi Hilal Mar’i                 :   – 02° 52′ 10.84″
Posisi hilal                            : di sebelah selatan matahari, keadaan hilal miring ke selatan.
Azimut Matahari Terbenam : 292° 51′ 23.2″
Azimut bulan                        :    290° 0’ 38.17”
Selisih Azimut                       :    -02° 50’ 45.03”
Umur Bulan                          :    0 jam 00 menit 00 detik
Cahaya Hilal                         :    (0.00%)
Kesimpulan                          :    Awal Syaban 1434 H diprediksikan serentak jatuh pada hari Senin 10 Juni 2013 M

Demikian semoga bermanfaat.

Banjarmasin,27 Djumadil Akhir 1434 H/08 Mei 2013 M

Al-Haasib

 

Akhmad Syaikhu, S.Ag., S.I.P., M.S.I.


[1] Perhatikan: pada jam yang pertama, Apparent Longitude (AL) harus lebih kecil daripada Ecliptic Longitude (EL), sedangkan pada jam yang kedua Apparent Longitude(AL) harus lebih besar daripada Ecliptic Longitude (EL), maka pilihlah data EL dan AL yang cocok dengan ketentuan tersebut pada jam-jam di saat fraction illuminationterkecil.

Oleh: ALIBORON | 15 Mei 2013

HISAB WAKTU TERBENTUKNYA BAYANGAN KIBLAT

Akhmad Syaikhu

Akhmad Syaikhu


(Bahan Diklat Falakiyah)
Oleh : Akhmad Syaikhu

Pada waktu-waktu tertentu gerakan semu matahari memotong azimuth kiblat di suatu tempat. Akibat perpotongan ini maka bayangan benda yang berdiri tegak lurus yang terkena sinar matahari yang terbentuk pada waktu tertentu dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat yang baik. Tulisan ini selanjutnya menguraikan prosedur untuk menentukan arah kiblat dengan bayangan benda yang berlaku secara harian.

A. Prosedur
1. Tentukan data lintang kabah (φk) dan bujur kabah (λk)
2. Tentukan data lintang tempat (φt) dan bujur tempat (λk)
3. Hitung arah kiblat tempat (A)
4. Cari nilai deklinasi (δ) dan equation of time (é)
5. Koreksi waktu daerah (kwd)
6. Pergunakan kalkulator atau komputer untuk menghitung.
7. Buat rangkuman hasil perhitungan
8. Perhatikan bayangan pada waktu yang sesuai dengan hasil perhitungan.
B. Penghitungan
Contoh 1:
Menghitung waktu bayang-bayang kiblat terbentuk di Kota Surabaya pada tanggal 30 Juli 2012.
a. Data yang diketahui :
φ Kabah : 21o 25’ 21.04” LU
λ Kabah : 39o 49’ 34.33” BT
φ Surabaya : -7o 15’ 58” LS
λ Surabaya : 112o 45’ 05” BT
δ jam 08.00 GMT : 18° 22’ 39”
é jam 08.00 GMT : -0° 6’ 26”
Kwd : -0° 31’ 0.33”

1
b. Langkah Penghitungan:
Tentukan nilai-nilai berikut:
a = 90° – δ = 90o– 18° 22’ 39” = 71° 37’ 21”
b = 90° – φ = 90o– (-7° 15’ 58” ) = 97° 15’ 58”
A = (Arah Kiblat U-B) = 65o57’ 48.45”
Rumus Bayangan Arah Kiblat
Cotan P = cos b tan A
Cotan P = cos 97° 15’ 58” tan 65o 57’ 48.45”
Tekan kalkulator sesuai type masing-masing. Pada type fx350MS tekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift tan (1: cos 97° 15’ 58” tan 65o 57’ 48.45”) = °’”
P = -74° 10’ 2.44”
Cos (C-P) = cotan a Tan b Cos P
Cos (C-P) = cotan 71° 37’ 21” Tan 97° 15’ 58” Cos -74° 10’ 2.44”
Tekan kalkulator berturut-turut sebagai berikut:
1 : tan 71° 37’ 21” x Tan 97° 15’ 58”x Cos -74° 10’ 2.44” = -0.710884128 shift cos = °’” 135° 18’ 24.8”
C-P = 135° 18’ 24.8”
Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan dua alternatif, sebagai berikut:
T1 = (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T2 = – (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T1 =( (135° 18’ 24.8” + -74° 10’ 2.44”) : 15) + 12 – – 00° 06’ 26” + -00° 31′ 0.33″ = 15° 39′ 59.16″
T2 =( (- 135° 18’ 24.8” + -74° 10’ 2.44”) : 15) + 12 – – 00° 06’ 26” + -00° 31′ 0.33″ = -02° 22′ 28.15″
d. Kesimpulan
Pada tanggal 30 Juli 2012 di Kota Surabaya bayang-bayang arah kiblat terjadi pada sore hari (sesudah dzuhur) pukul 15:39:59.16 WIB. Karena terjadi sore hari maka bayangan benda yang tegak lurus membelakangi arah kiblat. Dengan demikian jika kita berdiri di ujung bayangan menghadap tongkat yang tegak lurus, pada saat itu kita telah menghadap dan menemukan arah kiblat yang benar.

1a

Contoh 2 :
Menghitung waktu bayang-bayang kiblat terbentuk di Kota Banjarmasin pada tanggal 30 Juli 2012.
a. Data yang diketahui :
φ Kabah : 21o 25’ 21.04” LU
λ Kabah : 39o 49’ 34.33” BT
φ Banjarmasin : -3o 19’ 42” LS
λ Banjarmasin : 114o36’ 51.97” BT
δ jam 07.00 GMT : 18° 22’ 39”
é jam 07.00 GMT : -0° 6’ 26”
Kwd : 00:21:32.54

2
b. Langkah Penghitungan:
Tentukan nilai-nilai berikut:
a = 90° – δ = 90°– 18° 23’ 16” = 71° 36’ 44”
b = 90° – φ = 90°– (-3° 19’ 42” ) = 93° 19’ 42”
A = (Arah Kiblat U-B) = 67°08’ 06.16”
Rumus Bayangan Arah Kiblat
Cotan P = cos b tan A
Cotan P = cos 93° 19’ 42” tan 67° 08’ 06.16”
Tekan kalkulator sesuai type masing-masing. Pada type fx350MS tekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift tan (1: cos 93° 19’ 42” tan 67o 08’ 06.16”) = °’”
P = -82° 09’ 39.55”
Cos (C-P) = cotan a Tan b Cos P
Cos (C-P) = cotan 71° 36’ 44” Tan 93° 19’ 42” Cos -82° 09’ 39.55”
Tekan kalkulator berturut-turut sebagai berikut:
1 : tan 71° 36’ 44” x Tan 93° 19’ 42” x Cos -82° 09’ 39.55”= -0.779606712 shift cos = °’” 141° 13’ 28.4”
C-P = 141° 13’ 28.4”
Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan dua alternatif, sebagai berikut:
T1 = (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T2 = – (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T1 =((141° 13’ 28.4”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – – 00° 06’ 26” + 00° 21′ 32.54″ = 16° 24′ 13.8″
T1 =((-141° 13’ 28.4”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – -00° 06’ 26” + 00° 21′ 32.54″ = -2°25′33.99″

c. Kesimpulan
Pada tanggal 30 Juli 2012 di Kota Banjarmasin bayang-bayang arah kiblat terjadi pada sore hari (sesudah dzuhur) pukul 16:24:13.8 WITA. Karena terjadi sore hari maka bayangan benda yang tegak lurus membelakangi arah kiblat. Dengan demikian jika kita berdiri di ujung bayangan menghadap tongkat yang tegak lurus, pada saat itu kita telah menghadap dan menemukan arah kiblat yang benar.

2a

Contoh 3 :
Menghitung waktu bayang-bayang kiblat terbentuk di Kota Banjarmasin pada tanggal 25 November 2012.
a. Data yang diketahui :
φ Kabah : 21o 25’ 21.04” LU
λ Kabah : 39o 49’ 34.33” BT
φ Banjarmasin : -3o 19’ 42” LS
λ Banjarmasin : 114o36’ 51.97” BT
δ jam 01.00 GMT : -20° 40’ 12”
é jam 01.00 GMT : 0° 13’ 02”
Kwd : 00:21:32.54

3

b. Langkah Penghitungan:
Tentukan nilai-nilai berikut:
a = 90o – δ = 90°– -20° 40’ 12” = 110° 40’ 12”
b = 90o – φ = 90°– (-3° 19’ 42” ) = 93° 19’ 42”
A = (Arah Kiblat U-B) = 67°08’ 06.16”
Rumus Bayangan Arah Kiblat
Cotan P = cos b tan A
Cotan P = cos 93° 19’ 42” tan 67° 08’ 06.16”
Tekan kalkulator sesuai type masing-masing. Pada type fx350MS tekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift tan (1: cos 93° 19’ 42” tan 67o 08’ 06.16”) = °’”
P = -82° 09’ 39.55”
Cos (C-P) = cotan a Tan b Cos P
Cos (C-P) = cotan 110° 47’ 12” Tan 93° 19’ 42” Cos -82° 09’ 39.55”
Tekan kalkulator berturut-turut sebagai berikut:
1 : tan 110° 47’ 12” x Tan 93° 19’ 42” x Cos -82° 09’ 39.55”= 0.890254132 shift cos = °’” 27° 5’ 41.29”
C-P = 27° 5’ 41.29”
Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan dua alternatif, sebagai berikut:
T1 = (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T2 = – (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T1 =((27° 5’ 41.29”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – 00° 13’ 02” + 00° 21′ 32.54″ = 08° 28′ 14.66″
T2 =((-27° 5’ 41.29”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – 00° 13’ 02” + 00° 21′ 32.54″ = 04° 51′ 29.15″

c. Kesimpulan
Jadi pada tanggal 25 Nopember 2012 di Kota Banjarmasin, kiblat sama dengan arah bayang-bayang tongkat yang terjadi pada pagi hari (sebelum dzuhur) pukul 08:28:14.66 WITA. Jika kita berdiri di tongkat dengan menghadap ke arah-bayang-bayangnya, pada saat itu kita telah menghadap dan menemukan arah kiblat yang benar.

3a

Contoh 4 :
Menghitung waktu bayang-bayang kiblat terbentuk di Kota Banjarmasin pada tanggal 5 Desember 2012.
a. Data yang diketahui :
φ Kabah : 21o 25’ 21.04” LU
λ Kabah : 39o 49’ 34.33” BT
φ Banjarmasin : -3o 19’ 42” LS
λ Banjarmasin : 114o36’ 51.97” BT
δ jam 01.00 GMT : -22° 23’ 31”
é jam 01.00 GMT : 0° 9’ 23”
Kwd : 00:21:32.54

4

b. Langkah Penghitungan:
Tentukan nilai-nilai berikut:
a = 90o – δ = 90o– -22° 23’ 31” = 112° 23’ 31”
b = 90o – φ = 90o– (-3o 19’ 42” ) = 93° 19’ 42”
A = (Arah Kiblat U-B) = 67o08’ 06.16”
Rumus Bayangan Arah Kiblat
Cotan P = cos b tan A
Cotan P = cos 93° 19’ 42” tan 67o 08’ 06.16”
Tekan kalkulator sesuai type masing-masing. Pada type fx350MS tekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift tan (1: cos 93° 19’ 42” tan 67o 08’ 06.16”) = °’”
P = -82° 09’ 39.55”
Cos (C-P) = cotan a Tan b Cos P
Cos (C-P) = cotan 112° 23’ 31” Tan 93° 19’ 42” Cos -82° 09’ 39.55”
Tekan kalkulator berturut-turut sebagai berikut:
1 : tan 112° 23’ 31” x Tan 93° 19’ 42” x Cos -82° 09’ 39.55”= 0.966258404 shift cos = °’” 14° 55’ 34.31”
C-P = 14° 55’ 34.31”
Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan dua alternatif, sebagai berikut:
T1 = (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T2 = – (C-P)1 + P + K – eot + kwd
T1 =((14° 55’ 34.31”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – 00° 9’ 23” + 00° 21′ 32.54″ = 07° 43′ 13.19″
T2 =((-14° 55’ 34.31”+ -82° 09’ 39.55”) : 15) + 12 – 00° 9’ 23” + 00° 21′ 32.54″ = 05° 43′ 48.62″
c. Kesimpulan:
Jadi pada tanggal 5 Desember 2012 di Kota Banjarmasin, kiblat sama dengan arah bayang-bayang tongkat yang terjadi pada pagi hari (sebelum dzuhur) pukul 07:43:13.19 WITA. Jika kita berdiri di tongkat dengan menghadap ke arah-bayang-bayangnya, pada saat itu kita telah menghadap dan menemukan arah kiblat yang benar.

4a

Oleh: ALIBORON | 14 Mei 2013

HISAB ARAH KIBLAT

A. Ilustrasi Segitiga Bola

ehoTeori yang lazim digunakan di dalam menentukan besaran sudut kiblat dari suatu tempat di permukaan bumi adalah dengan segitiga bola. Konsep segitiga bola dapat digambarkan sebagai berikut : jika 3 buah lingkaran besar saling berpotongan satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu bagian dengan 3 sudut, maka terbentuklah segitiga bola.
Suatu segitiga bola mengikuti ketentuan : 1). Jumlah 2 sudut bola selalu lebih besar dari sudut ke-3 2). Jumlah ketiga sudutnya selalu lebih besar dari 180° dan 3). Tiap sudut besarnya selalu kurang dari 180°
Segitiga bola yang berlaku di dalam menentukan arah kiblat adalah 3 buah lingkaran besar yang berpotongan pada titik C (kutub utara), titik A (koordinat kabah) dan B (koordinat tempat). Jika tiga buah titik dihubungkan maka akan membentuk tiga buah busur yaitu: b = AC, a = BC  dan c=AB. Segitiga bola tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Ilustrasi Segitiga Bola

Ilustrasi Segitiga Bola

Keterangan:

A : Titik Koordinat Kabah
B : Titik Koordinat tempat yang dicari arah kiblatnya
C : Kutub Utara Bumi
a : 90-lintang tempat .
b : 90-lintang ka’bah .
c : Bujur standar tempat – bujur tempat

B. Penghitungan Arah Kiblat
a. Prosedur menentukan arah kiblat
1)   Tentukan tempat atau kota yang akan dicari arah kiblatnya
2)   Tentukan data lintang dan bujur kabah
3)   Tentukan data lintang dan bujur tempat
4)   Pergunakan salah satu rumus arah kiblat
5)   Pergunakan mesin hitung seperti kalkulator atau komputer
6)   Buat rangkuman hasil perhitungan
7)   Buat lingkaran dan garis untuk menggambarkan arah kiblat berpatokan pada titik utara sejati.

b. Menghitung Arah/Azimuth Kiblat

Contoh 1 :
Menentukan arah kiblat Mesjid Abdurrahman Ismail IAIN Antasari Banjarmasin. Diketahui data-data koordinat tempatnya sebagai berikut:
Lintang Kabah        : 21o 25’ 21.04”  LU
Bujur Kabah            : 39o 49’ 34.33”  BT
Lintang  Mesjid      : 03° 19′ 54.50″  LS
Bujur Mesjid           : 114° 37′ 04.81″ BT
a = 90– -03° 19′ 54.50″:  93o 19’ 54.50”
b = 90– 21o 25’ 20.04”  :  68o  34’ 39.96”
c = 114°37′ 4.81″ – 39o 49’ 34.33” :  74o 47’ 30.48”

Rumus:
Cotg B = (cotg b. sin a : sin c) – cos a cotg c
Tekan kalkulator sesuai typenya, pada type fx-350MS pencet berturut-turut sebagai berikut:
1: tan 68o  34’ 39.96” x sin 93o 19’ 54.50” : sin 74o 47’ 30.48” = –cos 93o 19’ 54.50”  x 1: tan 74o 47’ 30.48” = shift tan =  o’”
Hasil :
B-U    : 22o 51’ 53.57”
U-B    : 67o 08’ 6.43”    (caranya 90°- 22o 51’ 53.57”)
UTSB   : 292o 51’ 53.57”  (azimuth, caranya 360° – 67o 08’ 6.43” )

Contoh 2:
Menentukan arah kiblat Mesjid A di Kota Surabaya. Diketahui data-data koordinat tempatnya sebagai berikut:
Lintang Kabah     : 21˚ 25’ 21.04”  LU
Bujur Kabah       : 39˚ 49’ 34.33”  BT
Lintang  Surabaya : -7˚ 15’ 58”  LS
Bujur Surabaya    : 112˚ 45’ 05”  BT

Rumus:
Tan Q = sin (λtempat –λ kabah): cos φ tempat. tan φ kabah – sin φtempat . (λtempat –λ kabah)
= (112˚45’ 05” – 39˚49’ 34.33”) : cos -7˚15’ 58” . tan 21˚25’ 21.04” – sin-7˚15’ 58”. cos (112˚45’ 05” – 39˚49’ 34.33”)
= 0,95599221769 : (0,9919694243. 0,3923490189 – – 0,1264779079 . 0,2936201480
= 0,95599221769 : (0,3891982304 – – 0,037136462)
= 0,95599221769 : 0,4263346926
= 2.242187168
Selanjutnya tekan berturut-turut pada kalkulator sebagai berikut:
=  shift  tan = °'”
Hasil yang ditemukan adalah:
U-B     :  65o 57’ 48.45”
B-U     :  24o 02’ 11.55” (caranya 90°- 65o 57’ 48.45”)
UTSB   :  294o 02’ 11.55”  (azimuth, caranya 360° – 65o 57’ 48.45”)

Contoh 3:
Menentukan arah kiblat Mesjid A di Kota Banjarmasin. Diketahui data-data koordinat tempatnya sebagai berikut:
Lintang Kabah         : 21˚ 25’ 21.04”  LU
Bujur Kabah           : 39˚ 49’ 34.33”  BT
Lintang  Banjarmasin  : -3˚ 19’ 42”  LS
Bujur Banjarmasin     : 114˚ 36’ 51.97”  BT

Rumus:
Cotan Q = cos lt. tan lm + sin lt . cos (Bt – Bm) : sin (Bt-Bm)
Cotan Q = cos 3˚ 19’ 42” . tan 21˚ 25’ 21.04” + sin 3˚ 19’ 42” . cos (114˚ 36’ 51.97” -39˚ 49’ 34.33” ): sin (114˚ 36’ 51.97” -39˚ 49’ 34.33” )
Cotan Q = 0,406920824 : 0,964962629
Selanjutnya tekan kalkulator:
Shift   tan   ( 0.406920824 : 0.964962629 )  =  °'”
Hasil yang ditemukan adalah:
B-U    : 22o 51’ 53.84”
U-B    : 67o 08’ 6.16”    (caranya 90°- 22o 51’ 53.84”)
UTSB   : 292o 51’ 53.8”  (azimuth, caranya 360° – 67o 08’ 6.16”)
Cara mudah adalah dengan memencet kalkulator fx350MS sebagai berikut:
Shift tan  (( cos 3° 19′ 42″ tan 21° 25′ 21.04″ + sin 3° 19′ 42″ cos 74° 47′ 17.64″) : (sin  74° 47′ 17.64″) )  =  °'”
Hasil yang ditemukan adalah:
B-U    : 22o 51’ 53.84”
U-B    : 67o 08’ 6.16”   (caranya 90°- 22o 51’ 53.84”)
UTSB   : 292o 51’ 53.8”  (azimuth, caranya 360° – 67o 08’ 6.16”)

Contoh 4:
Menentukan arah kiblat Mesjid A di Kota Meulaboh Aceh. Diketahui data-data koordinat tempatnya sebagai berikut:
Lintang Kabah       : 21˚ 25’ 21.04”  LU
Bujur Kabah           : 39˚ 49’ 34.33”  BT
Lintang  Tempat   : 04˚ 08’ 02”  LU
Bujur Tempat        : 96˚ 08’ 01”  BT

Rumus:
Cotan Q = cos lt. tan lm + sin lt . cos (Bt – Bm) : sin (Bt-Bm)
Cotan Q = cos 04˚ 08’ 02”. tan 21˚ 25’ 21.04” – sin 04˚ 08’ 02” . cos (96˚ 08’ 01” -39˚ 49’ 34.33” ): sin (96˚ 08’ 01” -39˚ 49’ 34.33” )
Cotan Q = 0,35133872 : 0,832025856
Selanjutnya tekan kalkulator:
Shift   tan   ( 0.35133872 : 0.8322025856 )  =  °'”   selanjutnya ditemukan:
B-U    : 22o 53’ 18.48”
U-B    : 67o 06’ 41.52”    (caranya 90°- 22o 53’ 18.48”)
UTSB   : 292o 53’ 18.48”  (azimuth, caranya 360° – 67o 06’ 41.52” )
Cara mudah adalah dengan memencet kalkulator fx350MS sebagai berikut:
Shift tan  (( cos 04o 08’ 02”  tan 21° 25′ 21.04″ – sin 04o 08’ 02”  cos 56° 18′ 26.67″) : (sin  56° 18′ 26.67″))  =  °'”
Hasil yang ditemukan adalah:
B-U    : 22o 53’ 34.17”
U-B    : 67o 06’ 25.83” (caranya 90°- 22o 53’ 34.17”)
UTSB   : 292o 53’ 34.17” (azimuth, caranya 360° – 67o 06’ 25.83”)

Oleh: ALIBORON | 12 Mei 2013

BELAJAR HISAB WAKTU-WAKTU SHALAT

(Materi Kuliah Falak)

A. Landasan Normatif
https://aliboron.wordpress.com/2013/05/12/hisab-waktu-waktu-shalat/
IMG_2094-002Ada beberapa nash yang menjelaskan tentang waktu-waktu shalat, baik bersumber dari Al-Quran maupun Al-Hadits. Di dalam Al-quran waktu-waktu shalat disebutkan secara implisit, sedangkan di dalam hadits penetapan waktu-waktu shalat dinyatakan secara eksplisit. Kaum muslimin sepakat bahwa shalat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [QS. An Nisa’ (4) : 103]. Berikut penjelasan ringkas tentang waktu-waktu shalat yang dipahami dari sejumlah dalil.

1. Shalat Zhuhur
Secara bahasa Zhuhur berarti waktu Zawal yaitu waktu tergelincirnya matahari. Awal waktu zhuhur adalah ketika matahari telah bergeser dari tengah langit menuju arah tenggelamnya (barat). Para ulama bersilisih pendapat mengenai akhir waktu zhuhur namun pendapat mayoritas ulama adalah hingga panjang bayang-bayang seseorang semisal dengan tingginya (masuknya waktu ‘ashar).

2. Shalat ‘Ashar
‘Ashar secara bahasa diartikan sebagai waktu sore hingga matahari memerah yaitu akhir dari sehari. Awal Waktu Shalat ‘Ashar adalah jika panjang bayangan sesuatu telah semisal dengan tingginya menurut pendapat jumhur ulama). Sedangkan akhir Waktu Shalat adalah saat menjelang terbenam matahari.

3. Shalat Maghrib
Secara bahasa maghrib berarti waktu dan arah tempat tenggelamnya matahari. Awal Waktu Shalat Maghrib adalah ketika matahari telah tenggelam sempurna. Sedangkan akhir waktu maghrib adalah menjelang hilangnya mega merah di ufuk barat ketika matahari tenggelam. Pendapat inilah yang banyak dipegangi.Karena waktunya singkat maka disunnahkan Menyegerakan Shalat Maghrib. Hal ini disadarkan hadits Nabi dari Uqbah yang artinya: “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan (atau fithrah) selama mereka tidak mengakhirkan waktu shalat maghrib hingga munculnya bintang (di langit)” .

4. Shalat ‘Isya’
‘Isya’ adalah sebuah nama untuk shalat yang dimulai yaitu hilangnya mega merah sesudah matahari terbenam.
Para ulama’ berselisih pendapat mengenai akhir waktu shalat ‘isya’. Pendapat pertama mengatakan bahwa akhir waktu shalat ‘isya’ adalah sepertiga malam. Pendapat kedua mengatakan bahwa akhir waktu shalat ‘isya’ adalah setengah malam. Pendapat ketiga mengatakan bahwa akhir waktu shalat ‘isya’ adalah ketika terbit fajar shodiq.

5. Shalat Shubuh/Fajar
Fajar secara bahasa berarti cahaya putih. Shalat fajar disebut juga sebagai shalat shubuh dan shalat ghodah.Fajar ada dua jenis yaitu fajar pertama (fajar kadzib) yang merupakan pancaran sinar putih yang mencuat ke atas kemudian hilang dan setelah itu langit kembali gelap. Fajar kedua adalah fajar shodiq yang merupakan cahaya putih yang memanjang di arah ufuk, cahaya ini akan terus menerus menjadi lebih terang hingga terbit matahari. Para ulama sepakat bahwa awal waktu shalat fajar dimulai sejak terbitnya fajar kedua/fajar shadiq dan berakhir menjelang terbitnya matahari.

B. Geometri Waktu-Waktu Shalat
Waktu-waktu shalat memiliki hubungan dengan posisi matahari dilihat dari posisi geogarfis di permukaan bumi. Secara geometri waktu-waktu shalat dapat digambarkan sebagai berikut:
waktushalat

C. Praktek Hisab Waktu-waktu Shalat.
Berikut adalah contoh menghitung waktu-waktu shalat di Kota Banjarmasin pada tanggal 17 Oktober 2011. Data-data yang diperlukan sebagai berikut:
a. Lintang Banjarmasin(ϕ) : -3° 19′ 42″ LS.
b. Bujur Banjarmasin (l) : 114° 36′ 51.97″ BT.
c. Koreksi waktu daerah (kwd) : (120°-114°36’51.97″):15= 0j 21 m 32.54 d
d. Data Ephemeris Tahun 2011, tanggal 17 Oktober 2011
e. Deklinasi matahari (d) pada jam 12.00 WITA / 04 GMT : -9° 06′ 06″
f. Equation of time (e) pada jam 12.00 WITA / 04 GMT : 00° 14′ 32″

Lihat Tabel Ephemeris berikut:
17 ok 2011

Prosedur perhitungan:
Prosedur perhitungan:
1. SHUBUH
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi matahari (gunakan -20°)
2).Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Subuh : 12 – e – (t/15) + Kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari dengan rumus:
Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
Tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type kalkulator yang digunakan. Pada Casio fx-350MS dilakukan sebagai berikut: Shift Cos ( -tan -3° 19′ 42″ tan-9° 06′ 06″ + sin-20° : cos -3° 19′ 42″ : cos -9° 06′ 06“ ) = ° ‘ ” 110° 52′ 19.6″
Sudut waktu matahari :
t /15 = 110° 52′ 19.6″/ 15 = 7jam 23menit 29.31 detik
Hasil Perhitungan Awal Waktu Shubuh:
= 12 – e – (t/15) + Kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ – 7° 23′ 29.31″ + 0° 21′ 32.54″ + 00 02 00 = 04 : 45 : 31.23
= 04:46 WITA (dibulatkan)

2. DZUHUR
Rumus yang digunakan
= 12 – e + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ + 0° 21′ 32.54″ + 00 02 00 = 12 : 09 : 0.54
= 12:09 WITA (dibulatkan)

3. ASHAR
Rumus-rumus yang digunakan:
1). Tinggi Matahari : Cotan h° = tan [ϕ-d ] + 1 (hasil harga mutlak) )
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Ashar : 12 – e + (t/15) + kwd + i
Mencari tinggi matahari:
Cotan h° = tan ( -3° 19′ 42″- -9° 06′ 06″ ) + 1
tan 5° 46′ 24″ + 1
(tan 5° 46′ 24″ ) + 1 = 1.101106095
Selanjutnya tekan pada kalkulator fx-350 MS berturut-turut: x-1 = shift tan = °’” 42° 14′ 42.1″
ho = 42° 14′ 42.1″
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift cos (- tan -3° 19′ 42″ tan -9° 06′ 06″ + sin 42° 14′ 42.1″ : cos -3° 19′ 42″ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 47° 43′ 24.64“
Sudut waktu matahari :
t / 15 = 47° 43′ 24.64“ / 15 = 3jam 10 menit 53.64detik
Awal Waktu Ashar
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ + 3° 10′ 53.64″ + 0° 21′ 32.54″ + 00°02’00″ = 15 : 19 : 54.18
= 15:20 WITA (dibulatkan)

4. MAGRIB
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan : -1°
2).Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Magrib : 12-e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut: Shift Cos ( -tan -3° 19′ 42″ tan -9° 06′ 06″ + sin-1° : cos -3° 19′ 42″ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 90° 28′ 50.17″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 91° 32′ 54.28″ / 15 = 6jam 6menit 11.62detik

Awal Waktu Magrib
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ + 6° 6′ 11.62″ + 0° 21′ 32.54″ + 00°02’00″ = 18 : 15 : 12.06
= 18:15 WITA (dibulatkan)

5. ISYA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -18°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Magrib = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan -3° 19′ 42“ x tan -9° 06′ 06″ + sin -18° : cos -3° 19′ 42“ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 108° 49′ 57.0″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 108° 49′ 57.0″ / 15 = 7jam 15menit 19.8detik
Hasil perhitungan
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ + 7° 15′ 19.8″ + 0° 21′ 32.54″ + 00°02’00″ = 19 : 24 : 20.34
= 19:24 WITA (dibulatkan)

6.IMSYAK
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -22°
2). Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut:Shift Cos ( – tan -3° 19′ 42“ x tan -9° 06′ 06″ + sin -22° : cos -3° 19′ 42“ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 112° 54′ 48.6″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 112° 54′ 48.6″/ 15 = 7jam 31menit 39.24detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ – 7° 31′ 39.24″ + 0° 21′ 32.54″ + 00°02’00″ = 04 : 37 : 21.3
= 04:37 WITA (dibulatkan)

7.TERBIT
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -1°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan -3° 19′ 42“ x tan -9° 06′ 06″ + sin -1° : cos -3° 19′ 42“ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 91° 32′ 54.28″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 91° 32′ 54.28″/ 15 = 6jam 6menit 11.62Detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd – i
= 12 – 0° 14′ 32″ – 6° 6′ 11.62″ + 0° 21′ 32.54″ – 00°00’00″ = 06 : 00 : 48.92
= 06:00 WITA (dibulatkan)

8.DHUHA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = 3° 30′
2).Sudut Waktu Matahari = Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Dhuha = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos ( – tan -3° 19′ 42“ x tan -9° 06′ 06″ + sin 3° 30′ : cos -3° 19′ 42“ : cos -9° 06′ 06″ ) = °’” 86° 59′ 2.43″

Sudut waktu matahari :
t/15 = 86° 59′ 2.43″/ 15 = 5jam 47menit 56.16Detik
Hasil perhitungan:
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 0° 14′ 32″ – 5° 47′ 56.16″ + 0° 21′ 32.54″ + 00°02’00″ = 06 : 21 : 4.38
= 06:21 WITA (dibulatkan)

JADWAL3

CONTOH :
Menghitung awal waktu-waktu shalat di Kutai Timur pada Tanggal 25 Desember 2011.
Data-data yang diketahui:
a. Data Lintang (latitude) (ϕ) Kutai Timur : 0° 29′ 01″ LU.
b. Bujur (longitude) (l) Kutai Timur : 117° 32′ 02″ BT.
c. Koreksi waktu daerah (Kwd) : (120°-117°32’02”):15=0jam 9menit 51.87detik
d. Deklinasi matahari (d) pada jam 12.00 Wita/04 GMT : -23° 24′ 10″
e. Equation of time (e) pada jam 12.00 Wita/04 GMT : 00°00’15”

Lihat nilai deklinasi (Apparent Declination) pada 04 GMT (12 WITA)

Lihat nilai deklinasi (Apparent Declination) pada 04 GMT (12 WITA)

Prosedur perhitungan:
1. SHUBUH
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi matahari (gunakan -20°)
2).Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Subuh : 12 – e – (t/15) + Kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari dengan rumus:
Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
Tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type kalkulator yang digunakan. Pada Casio fx-350MS dilakukan sebagai berikut: Shift Cos ( -tan 0° 29′ 01″ tan-23° 24′ 10″ + sin-20° : cos 0° 29′ 01″ : cos -23° 24′ 10″ ) = ° ‘ ” 111° 39′ 22.8″
Sudut waktu matahari :
t /15 = 111° 39′ 22.8″/ 15 = 7jam 26menit 27.52 detik
Hasil Perhitungan Awal Waktu Shubuh:
= 12 – e – (t/15) + Kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 7° 26′ 27.52″ + 0° 9′ 51.87″ + 00 02 00 = 04 : 45 : 09.35
= 04:45 WITA (dibulatkan)

2. DZUHUR
Rumus yang digunakan
= 12 – e + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 0° 9′ 51.87″ + 00 02 00 = 12 : 11 : 36.87
= 12:12 WITA (dibulatkan)

3. ASHAR
Rumus-rumus yang digunakan:
1). Tinggi Matahari : Cotan h° = tan [ϕ-d ] + 1 (hasil harga mutlak) )
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Ashar : 12 – e + (t/15) + kwd + i
Mencari tinggi matahari:
Cotan h° = tan (0° 29′ 01″- -23° 24′ 10″ ) + 1
tan 23° 53′ 11″ + 1
(tan 23° 53′ 11″) + 1 = 1.4442854824
Selanjutnya tekan pada kalkulator fx-350 MS berturut-turut: x-1 = shift tan = °’” 34° 43′ 28.87″
ho = 34° 43′ 28.87″
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut:
Shift cos (- tan 0° 29′ 01″ tan -23° 24′ 10″ + sin 34° 43′ 28.87″: cos 0° 29′ 01″ : cos -23° 24′ 10″ ) = °’” 51° 21′ 50.49“
Sudut waktu matahari :
t / 15 = 51° 21′ 50.49“/ 15 = 3jam 25 menit 27.37detik
Awal Waktu Ashar
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 3° 25′ 27.37″ + 0° 9′ 51.87″ + 00°02’00″ = 15 : 37 : 4.42
= 15:37 WITA (dibulatkan)

4. MAGRIB
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan : -1°
2).Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Magrib : 12-e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut: Shift Cos ( -tan 0° 29′ 01″ tan -23° 24′ 10″ + sin-1° : cos 0° 29′ 01″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 90° 52′ 49.25″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 90° 52′ 49.25″/ 15 = 6jam 3menit 31.28detik

Awal Waktu Magrib
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 6° 3′ 31.28″ + 0° 9′ 51.87″ + 00°02’00″ = 18 : 15 : 8.15
= 18:15 WITA (dibulatkan)

5. ISYA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -18°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Magrib = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan 0° 29′ 01″ tan -23° 24′ 10″ + sin-18° : cos 0° 29′ 01″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 109° 27′ 20.0″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 109° 27′ 20.0″/ 15 = 7jam 17menit 49.34detik
Hasil perhitungan
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 7° 17′ 49.34″ + 0° 9′ 51.87″ + 00°02’00″ = 19 : 29 : 26.21
= 19:29 WITA (dibulatkan)

6.IMSYAK
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -22°
2). Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut:Shift Cos ( – tan 0° 29′ 01″ x tan -23° 24′ 10″ + sin -22° : cos 0° 29′ 01″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 113° 51′ 45.9″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 113° 51′ 45.9″/ 15 = 7jam 35menit 27.06detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 7° 35′ 27.06″ + 0° 9′ 51.87″ + 00°02’00″ = 04 : 36 : 9.81
= 04:37 WITA (dibulatkan)

7.TERBIT
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -1°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan 0° 29′ 01″ x tan -23° 24′ 10″ + sin -1° : cos 0° 29′ 01″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 90° 52′ 49.25″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 90° 52′ 49.25″/ 15 = 6jam 3menit 31.28Detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd – i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 6° 3′ 31.28″ + 0° 9′ 51.87″ – 00°00’00″ = 06 : 06 : 5.59
= 06:06 WITA (dibulatkan)

8.DHUHA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = 3° 30′
2).Sudut Waktu Matahari = Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Dhuha = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos ( – tan 0° 29′ 01″ x tan -23° 24′ 10″+ sin 3° 30′ : cos 0° 29′ 01″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 85° 58′ 33.18″

Sudut waktu matahari :
t/15 = 85° 58′ 33.18″/ 15 = 5jam 43menit 54.21Detik
Hasil perhitungan:
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 5° 43′ 54.21″ + 0° 9′ 51.87″+ 00°02’00″ = 06 : 27 : 42.66
= 06:28 WITA (dibulatkan)

JADWAL KUTAI

CONTOH 3:
Menghitung awal waktu-waktu shalat di Kota Kediri pada Tanggal 25 Desember 2011.
Data-data yang diketahui:
a. Data Lintang (latitude) (ϕ) Kediri : -7° 50′ 02″ LS.
b. Bujur (longitude) (l) Kediri : 112° 01′ 04″ BT.
c. Koreksi waktu daerah (Kwd) : (105° – 112° 01′ 04″): 15 = -0jam 28menit 4.27detik
d. Deklinasi matahari (d) pada jam 12.00 Wita/04 GMT : -23° 24′ 10″
e. Equation of time (e) pada jam 12.00 Wita/04 GMT : 00° 00′ 15″

Lihat nilai deklinasi (Apparent Declination) pada 04 GMT (12 WITA)

Lihat nilai deklinasi (Apparent Declination) pada 04 GMT (12 WITA)

Prosedur perhitungan:
1. SHUBUH
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi matahari (gunakan -20°)
2).Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Subuh : 12 – e – (t/15) + Kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari dengan rumus:
Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
Tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type kalkulator yang digunakan. Pada Casio fx-350MS dilakukan sebagai berikut: Shift Cos ( -tan -7° 50′ 02″ tan-23° 24′ 10″ + sin-20° : cos -7° 50′ 02″ : cos -23° 24′ 10″ ) = ° ‘ ” 115° 49′ 55.6″
Sudut waktu matahari :
t /15 = 115° 49′ 55.6″/ 15 = 7jam 43menit 19.71 detik
Hasil Perhitungan Awal Waktu Shubuh:
= 12 – e – (t/15) + Kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 7° 43′ 19.71″ + -0° 28′ 4.27″ + 00 02 00 = 03 : 50 : 21.02
= 03:50 WIB (dibulatkan)

2. DZUHUR
Rumus yang digunakan
= 12 – e + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + -0° 28′ 4.27″ + 00 02 00 = 11 : 33 : 40.73
= 11:34 WIB (dibulatkan)

3. ASHAR
Rumus-rumus yang digunakan:
1). Tinggi Matahari : Cotan h° = tan [ϕ-d ] + 1 (hasil harga mutlak) )
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Ashar : 12 – e + (t/15) + kwd + i
Mencari tinggi matahari:
Cotan h° = tan (-7° 50′ 02″ – -23° 24′ 10″ ) + 1
tan 15° 34′ 8″ + 1
(tan 15° 34′ 8″ ) + 1 = 1.278619785
Selanjutnya tekan pada kalkulator fx-350 MS berturut-turut: x-1 = shift tan = °’” 38° 01′ 43.41″
ho = 38° 01′ 43.41″
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut: Shift cos (- tan -7° 50′ 02″ tan -23° 24′ 10″ + sin 38° 01′ 43.41″: cos -7° 50′ 02″: cos -23° 24′ 10″ ) = °’” 51° 49′ 32.41“
Sudut waktu matahari :
t / 15 = 51° 49′ 32.41“ / 15 = 3jam 27 menit 18.16detik
Awal Waktu Ashar
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 3° 27′ 18.16″ + -0° 28′ 4.27″ + 00°02’00″ = 15 : 00 : 58.89
= 15:01 WIB (dibulatkan)

4. MAGRIB
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan : -1°
2).Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Magrib : 12-e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan type-nya. Pada fx-350MS ditekan berturut-turut sebagai berikut: Shift Cos ( -tan -7° 50′ 02″ tan -23° 24′ 10″ + sin-1° : cos -7° 50′ 02″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 94° 30′ 58.63″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 94° 30′ 58.63″/ 15 = 6jam 18menit 3.91detik

Awal Waktu Magrib
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 6° 18′ 3.91″ + -0° 28′ 4.27″ + 00°02’00″ = 17 : 51 : 44.64
= 17:52 WIB (dibulatkan)

5. ISYA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -18°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Magrib = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan -7° 50′ 02″ tan -23° 24′ 10″ + sin-18° : cos -7° 50′ 02″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 113° 32′ 34.4″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 113° 32′ 34.4″/ 15 = 7jam 34menit 10.29detik
Hasil perhitungan
= 12-e + (t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ + 7° 34′ 10.29″ + -0° 28′ 4.27″ + 00°02’00″ = 19 : 07 : 51.02
= 19:08 WIB (dibulatkan)

6.IMSYAK
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -22°
2). Sudut Waktu Matahari: Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e – (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut:Shift Cos ( – tan -7° 50′ 02″ x tan -23° 24′ 10″ + sin -22° : cos -7° 50′ 02″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 118° 08′ 12.32″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 118° 08′ 12.32″/ 15 = 7jam 52menit 32.82detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 7° 52′ 32.82″ + -0° 28′ 4.27″ + 00°02’00″ = 03 : 41 : 7.91
= 03:41 WIB (dibulatkan)

7.TERBIT
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = -1°
2). Sudut Waktu Matahari : Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3). Awal waktu Imsyak = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari:
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos (- tan -7° 50′ 02″ x tan -23° 24′ 10″ + sin -1° : cos -7° 50′ 02″: cos -23° 24′ 10″) = °’” 94° 30′ 58.63″
Sudut waktu matahari :
t/15 = 94° 30′ 58.63″/ 15 = 6jam 18menit 3.91Detik
Hasil perhitungan
= 12-e -(t/15) + kwd – i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 6° 18′ 3.91″ + -0° 28′ 4.27″ – 00°00’00″ = 05 : 13 : 36.82
= 05:14 WIB (dibulatkan)

8.DHUHA
Rumus-rumus yang digunakan:
1).Tinggi Matahari gunakan = 3° 30′
2).Sudut Waktu Matahari = Cos t = – tan ϕ tan d + sin h / cos ϕ / cos d
3).Awal waktu Dhuha = 12 – e + (t/15) + kwd + i
Menghitung sudut waktu matahari
Pijat/tekan tombol kalkulator secara berurutan sesuai dengan typenya, sebagai berikut: Shift Cos ( – tan -7° 50′ 02″ x tan -23° 24′ 10″+ sin 3° 30′ : cos -7° 50′ 02″ : cos -23° 24′ 10″) = °’” 89° 31′ 41.69″

Sudut waktu matahari :
t/15 = 89° 31′ 41.69″/ 15 = 5jam 58menit 6.78Detik
Hasil perhitungan:
= 12-e -(t/15) + kwd + i
= 12 – 00° 00′ 15″ – 5° 58′ 6.78″ + -0° 28′ 4.27″+ 00°02’00″ = 05 : 35 : 33.95
= 05:36 WITA (dibulatkan)

jadwal Shalat kediri

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.