Oleh: ALIBORON | 29 November 2010

Arah Kiblat : Al-Baqarah:115

Salah satu ayat yang penafsirannya sering diterima dengan “berat” oleh kalangan ahli Falak adalah Q.S. 2 : 115.

ولله المشرق والمغرب فأينما تولوا فثم وجه الله إن الله واسع عليم

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah (1) . Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Ayat ini sering dijadikan sumber legitimasi untuk “membenarkan” arah kiblat yang jelas-jelas keliru. Maka tidak jarang ketika upaya pembetulan arah kiblat ke arah yang semestinya dijawab dengan keberatan oleh pihak yang menggunakan dalil ini.

Memahami sebuah ayat membutuhkan pengetahuan tentang sebab-sebab turunnya wahyu atau asbab al-nuzul. Konteks turunnya ayat suci akan memberi kejelasan tentang implikasi sebuah firman dan memberi bahan untuk melakukan penafsiran dan pemikiran bagaimana  mengaplikasikan firman itu dalam situasi  yang berbeda. Firman ini  turun kepada Nabi berkaitan dengan  adanya peristiwa  yang dialami oleh sekelompok  orang beriman yang mengadakan perjalanan di malam hari yang gelap gulita. Pada pagi harinya mereka baru menyadari bahwa semalam mereka bersembahyang dengan menghadap ke arah yang salah, tidak ke kiblat. Kemudian mereka bertanya kepada Nabi berkenaan dengan apa yang mereka alami itu. Maka turunlah ayat suci itu, yang menegaskan bahwa kemanapun seseorang menghadapkan wajahnya , ia sebenarnya juga menghadap Tuhan, karena Tuhan tidak terikat oleh  ruang atau waktu, sehingga Tuhan pun “ada di mana-mana, timur atau pun barat.” Tetapi karena konteks turunnya firman itu bersangkutan dengan peristiwa tertentu di atas, tidaklah berarti bahwa dalam sembahyang seseorang Muslim dapat menghadap ke manapun ia suka. Ia harus menghadap ke kiblat yang sah, yaitu arah al-Masjid al-Haram di Makkah yang di dalam Masjid itu ada kabah sebagai titik Kiblat. Tetapi ia dibenarkan  menghadap kemana saja dalam shalat jika ia tidak tahu arah yang benar, atau karena kondisi tertentu tidak mungkin baginya menghadap ke arah yang benar.

Catatan:

(1)Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, Karena ia selalu berhadapan dengan Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: