Oleh: ALIBORON | 8 Februari 2011

Sistem Kalender Suku Maya dan Issue Kiamat 2012

Peminat Studi Falak dan Astronomi

Suku Maya pernah hidup di Amerika Tengah. Mereka adalah suku yang sangat menguasai ilmu falak (astronomi) lebih dari bangsa-bangsa yang lain pada masanya. Ketepatan mereka yang luar biasa lahir dari kebudayaan mereka sendiri yang lepas dari tradisi erofa. Kalau kebudayaan lain menaruh minat terhadap waktu bangsa Maya lebih dari itu, mereka memandang kalender merupakan bagian dari agama mereka, dan untuk menyelaraskan kalender itu dengan alam adalah tugas para Imam ahli astronomi. Mereka menggunakan tiga daur astronomis besar yaitu perputaran harian bumi, bulan kamariyah dan tahun syamsiyah. Mereka tidak berusaha mencocokkan  semua daur ini, tetapi mencatat ketiga-tiganya secara terpisah, demikian pula daur astronomis lainnya.

STELA DI COPAN HONDURAS .Gaya Maya tahun 782 Masehi. Di Copan Honduras tempat kota besar Bangsa Maya, sebuah Stela setinggi 2.7 meter didirikan untuk menghormati Imam ahli astronmi dan mencatat jangka waktu yang sesuai dengan 782 Masehi. Hieroglif pada Stela ini mencatat tanggal, fase matahari, dan nama Dewa yang berkuasa pada waktu itu.

Para Imam sering memeriksa dan membandingkan catatan-catatan kalender yang dibuat secara terpisah tadi untuk mencocokkan dengan hari-hari raya keagamaan mulai dari awal mulanya waktu (dalam keyakinan mereka  dimulai pada tahun 3113 sebelum masehi). Tanggal-tanggal yang sudah diperbaiki itu kemudian dicatat pada almanak yaitu pada tugu batu tinggi yang disebut stela.

Sebagai hasil pemeriksaan teliti, kalender Maya  lebih tepat daripada kalender erofa. Ketepatan demikian mutlak perlu, karena  menurut pemikiran orang Maya, bagian waktu adalah beban yang dibawa sepanjang masa oleh para Dewa secara berantai. Hari, tahun, dasawarsa, abad dan ribuan tahun masing-masing mempunyai penanggung sendiri. Hanya dengan mengetahui Dewa mana yang akan memikul beban waktu itu bangsa maya tahu dewa mana yang akan diambil hatinya. Para Imam dapat menggunakan banyak sekali catatan mengenai peredaran planet, khususnya venus,  matahari, bulan,  dan bintang-bintang pada masa lampau, yang kesemuanya berkaitan dengan  kegiatan para dewa.

Contoh tulisan kuno:

Dalam sistem hieroglif yang digunakan oleh Imam astronomi suku Maya untuk mencatat tanggal dalam kalender, lambang bilangan digabungkan dengan gambar dewa-dewa, seperti misalnya untuk menuliskan angka 13 Maret dengan angka 13 dan gambar Mars, dewa perang. Jadi 3 titik dengan gambar dewa Etznab kiri atas berarti hari ketiga dalam masa kekuasan dewa Etznab. Dua garis serta dua titik  dengan gambar Lamat berari hari kedua belas dalam dalam masa kekuasaan Lamat dan seterusnya.
Berikut adalah simbol Dewa-Dewa Bangsa Maya yang secara bergilir membawa waktu. Lihat: http://nl.wikipedia.org/wiki/Tzolkin .
Lalu apa hubungan kalender Maya dengan issue kiamat 2012 yang heboh itu? Bangsa Maya mendasarkan perhitungan numerik pada angka 13 dan 20. Tahun dalam perhitungan panjang  atau dalam sistem penanggalan Bangsa Maya dimulai dari angka 0.0.0.0.0 dan berakhir pada angka 13.0.0.0.0. Setiap angka 0 mempresentasikan angka 0-19. Untuk hari pertama angka penanggalannya ditulis: 0.0.0.0.1 dan pada hari kesembilanbelas menjadi 0.0.0.0.19. Jika mencapai angka duapuluh, sistem penanggalannya akan menjadi 0.0.0.1.0. Perhitungan ini akan menunjukkan 0.0.1.0.0. untuk satu tahun dan  0.1.0.0.0. untuk 20 tahun  serta 1.0.0.0.0 untuk 400 tahun. Perhitungan panjang kalender Maya yang dimulai dari 0.0.0.0.0. dan berakhir pada 13.0.0.0.0. jumlah totalnya bila dihitung dalam sistem kalender  kita sama dengan 5126 tahun. Perhitungan panjang ini  dimulai pada 0.0.0.0.0 = 11 Agustus 3114 SM dan berakhir pada 13.0.0.0.0. = 21 Desember 2012.

Sistem penanggalan Maya yang berakhir 21 Desember  2012 inilah yang menjadi dasar pemikiran orang  bahwa Badai Matahari  2012 akan mendatangkan kiamat. Sepertinya saat perhitungan penanggalan kuno berakhir, orang cenderung berpikir pada kemungkinan ekstrem bahwa peradaban manusia  juga akan ikut berakhir. Suku Maya dan Astec percaya bahwa dunia ini telah diciptakan lima kali dan dihancurkan empat kali. Dan dunia yang kita huni sekarang adalah dunia yang berada di bawah matahari yang kelima. Bangsa Maya juga percaya sistem tata surya akan mengalami siklus besar  (The Great Cycle) yang berjangka waktu 5200 tahun yang rentang waktunya antara 3113 SM-2012 M.


Responses

  1. Om Numpang nanyak
    itu bneran ya
    kan dunia ini di ciptakan 5x
    dah di hancurkan 4 kali
    jadi 1 lagi kmna ?
    apakah ini cuma gosip doank

  2. Sangat menyeramkan …. Tapi trims. buat infonya ya !🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: