Oleh: ALIBORON | 22 April 2011

Jabal Magnet dan Ilusi Ruang

Oleh : Akhmad Syaikhu Al-Banjary
Peminat Studi Falak dan Astronomi

Cerita keanehan bukit ini sudah sering kita dengar terutama dari jemaah yang datang haji atau umrah. Konon katanya bukit memiliki medan magnet dan gravitasi yang lebih besar dari daerah sekitarnya. Karena pengaruh medan magnet dan gravitasi itulah muncul keanehan yang ajaib. Dari cerita-cerita ada beragam versi:
Pertama, ada yang mengatakan karena tarikan magnet yang kuat sehingga mobil bisa tersedot dan meluncur dalam kecepatan tinggi pada porsneling netral? Penjelasan ini sulit diterima, sebab jika itu pengaruh tarikan magnet  mengapa setelah melewati bukit tersebut mobil tidak tertarik kembali, karena mobil adalah besi yang pasti terkena pengaruh magnet. Jadi, secara ilmiah tidak bisa fenomena tersebut dijelaskan karena faktor magnetik.
Tahun 2007, saya berkesempatan ke tempat ini. Saya keluar dari mobil dan memandang panorama sekitar. Horison di kanan, kiri, dan arah depan  jalan tertutup sebagian atau seluruhnya oleh gunung. Yang saya lakukan hanya melepaskan silet ditepi jalan yang akan kami lewati. Saya menyaksikan silet itu diam di tempat dan tidak tertarik ke arah gunung-gunung yang dikatakan merupakan pusat magnet. Saya sudah menyakini, bahwa keanehan yang terjadi di sana tidak ada kaitan dengan magnet.
Kedua, ada juga dikatakan bahwa di bukit itu hukum gravitasi terbalik, saat menanjak kendaraan seolah bergerak begitu saja dan saat menurun terasa lebih berat. Hukum fisika seolah berlaku sebaliknya, semestinya jika menanjak terasa berat karena melawan gravitasi pusat bumi, sedang kalau menurun  akan menjadi ringan karena didukung gravitasi.
Sebelum pembahasan dilanjutkan, mari perhatikan baik-baik video di dalam link berikut yang memperlihatkan bagaimana mobil bisa berjalan tanpa dihidupkan mesin:
http://www.youtube.com/watch?v=XSm03u_Ty8o
Pertanyaannya apakah ini keanehan alam? Apakah di sini hukum gravitasi Newton tidak berlaku? Apakah benar ada gaya tarik magnet yang begitu besar di gunung itu sampai bisa menarik mobil yang besar dan kecil melaju dalam kecepatan mencapai 60 kilometer ke atas perjam. Jawabannya tidak, ini bukan keanehan hukum alam. Keanehan ini adalah semata-mata terbentuk oleh persepsi indrawi dan otak manusia sendiri.
Tipuan Ruang (Room Illusion)

Landschap (Topografi) ruang di daerah yang dikenal dengan sebutan Jabal Magnet Madinah. Horizon pandang sebagian atau seluruhnya tertutup oleh perbukitan. Sebuah keadaan yang mendukung terbentuknya ilusi ruang.

Jadi apa penyebabnya? Indra kita tertipu! ya, efek yang kita rasakan sebagai keanehan itu hanyalah ilusi, ilusi yang disebabkan oleh faktor topografi (landschap) setempat. Posisi pohon dan lereng di daerah sekitar, atau garis cakrawala yang melengkung, dapat menipu mata sehingga apa yang terlihat menaiki tanjakan sesungguhnya menuruni tanjakan. Tentu tidak semua bagian di daerah itu bisa menimbulkan efek ilusi, hanya pada titik tertentu dengan kondisi tertentu yang memungkinkan efek ini terjadi.
Yang terjadi di Jabal Magnet sesungguhnya adalah bias sudut pandang dan sudut yang ganjil. Di lokasi ini memiliki cakrawala yang sepenuhnya atau sebagian besar terhalangi, sehingga sulit bagi mata manusia untuk menilai kemiringan permukaan. Jika kita berada di dalam mobil posisi kita semakin sulit mencari titik referensi yang handal, ditambah ilusinya oleh indera, keseimbangan tubuh, khususnya bila kemiringan lereng ini kecil. Akibat lain dari tidak adanya referensi adalah benda yang secara normal dianggap tegak lurus tanah (seperti pepohonan) dikira memang tegak lurus, padahal tidak. Ilusi ini serupa dengan ilusi kamar Ames, dimana bola dapat terlihat bergulir melawan gravitasi.
Sebuah ilustrasi ilusi dibuatkan simulasinya oleh Koukichi Sugihara yang membuat  video berjudul  “Impossible motion: magnet-like slopes” dan memenangkan kompetisi visual ilusi internasional Mei 2010 lalu. Tampak dalam simulasi tersebut bola-bola menanjak dengan sendirinya. Ternyata jalur menanjak itu hanya ilusi, yang sebenarnya terjadi jalur tersebut menurun. Begitulah gambaran cara mata kita terilusi oleh sudut pandang topografi setempat. Sedangkan dari sudut pandang yang lain, tampak jelas kondisi sebenarnya bahwa jalan tersebut menurun. Hal yang sama juga terjadi pada kasus jabal magnet atau bukit magnet di dekat Madinah. Berikut adalah link video simulasinya, semoga memudahkan pemahaman kita:

Sebuah simulasi pergerakan mustahil yang diberi judul “Impossible motion: magnet-like slopes”. Menggambarkan bahwa pergerakan menanjak bola-bola seperti tertarik oleh magnet. Dalam kenyataannya itu hanyalah sebuah ilusi.

Silahkan Klik di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=hAXm0dIuyug&feature=player_embedded
Kita orang luar yang tidak akrab dengan topografi setempat tentu saja merasakan kesan kesan luar biasa, bahkan ada yang menganggapnya sebagai keajaiban dan mukjizat. Itu boleh-boleh saja. Tetapi berhenti sampai di situ tentu tidak cukup, perintah “tafakkaru fii Khalkillah”, juga mencari tahu bagaimana tanda-tanda kebesaran Allah itu bekerja dan bisa menimbulkan efek demikian. Itu yang sangat perlu untuk kita pahami.
Metode Pembuktian
Bagaimana Cara Mengujinya?  faktor yang menyebabkan mobil bisa berjalan sendiri apakah faktor medan magnet atau faktor ketinggian (elevation)?
Tentu mudah, kita hanya membutuhkan peralatan objektif  GPS (Global Positioning System). Pengujiannya sederhana sekali yaitu dengan mengukur di titik dasar dan puncak tanjakan. Catat ketinggian dasar tanjakan dan puncak tanjakan, perhatikan apakah benar sesuai dengan pengalaman indrawi sebelumnya. Pengetahuan ilmiah inilah yang membuat SGS (Saudi Geological Survey) tidak pernah heboh mengenai adanya Jabal Magnet.
Yang heboh itu biasanya para turis, jemaah haji dan umrah. Bagi pemerintah Arab Saudi dan juga perusahaan tour dan travel tentu saja menjadi sangat menguntungkan, karena dengan keanehan ini semakin meningkat daya tarik masyarakat untuk melihat “mukjizat ini”. Tetapi jika menyaksikan fenomena di tempat ini tanpa pengetahuan juga tidak baik sebab akan menimbulkan pemahaman yang aneh-aneh.
Sebenarnya ilusi alam semacam ini bukan hanya ada di Madinah, tapi di China, Taiwan, Utah, Uruguay, India dan Korea. Kuncinya adalah topografi daerah yang bentuknya sedemikian hingga memunculkan efek seolah pengamat  menaiki tanjakan. Pengukuran GPS akan menunjukkan kalau elevasi daerah dasar tanjakan, sesungguhnya lebih tinggi dari elevasi daerah puncak tanjakan. Jalannya sesungguhnya menurun!. Telah banyak penelitian tentang daerah seperti ini, fakta ilmiahnya terungkap dengan GPS. Itulah sebabnya untuk mengungkapkan kebenaran realitas tidak selamanya bisa bertopang pada kesaksian indrawi, sebab indra kita sekali lagi sering tertipu..

Beberapa contoh simulasi Room Illustion untuk mendekatkan pemahaman kita terhadap fakta yang sebenarnya terjadi di Jabal Magnet Madinah.

1. Ames Room (Philip Zimbardo). Yang ingin ditegaskan dalam video ini adalah kesan yang ditangkap oleh alat optik (kamera) atau mata pada manusia tertipu oleh ilusi ruang.

Dalam video ini, kelihatan bagaimana terjadi perubahan pada tubuh orang yang menjadi lebih besar dan tinggi dari semula. Kejadian ini tidak nyata, melainkan hanya optik yang tertipu oleh ruang yang didesain sedemikian.

Untuk melihat videonya  Silahkan Klik di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=hCV2Ba5wrcs&NR=1

2. Bukit Hantu di Korea Selatan. Karena keanehan yang terjadi di sini, masyarakat setempat menyebut bukit ini sebagai Bukit Hantu.

Fenomena yang di saksikan dibukit ini adalah juga merupakan sebuah ilusi. Jalan yang dilalui seolah-olah jalan yang menanjak namun kenyataannya tidak seperti itu. Yang sebenarnya adalah jalan menurun. Ilusi ruang terjadi karena semak-semak yang berjejer di sepanjang sisi jalan menghalangi pandangan cakrawala.

Untuk melihat videonya  Silahkan Klik di sini:
http://www.youtube.com/watch?v=uRFNn7TLj2o&NR=1&feature=fvwp

Demikian beberapa informasi terkait dengan rahasia Jabal Magnet di Madinah. Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: