Oleh: ALIBORON | 23 April 2011

Hujan Meteor Lyrida (22 April 2011)

Oleh: Akhmad Syaikhu

Puncak Hujan Meteor Lyrid terjadi 22 April 2011, namun meteor-meteor Lyrid sudah dan masih dapat disaksikan antara 19-25 April 2011 nanti.
Setiap tahun pada akhir bulan April bumi melewati lintasan ekor Komet Thatcher (1861 I) yang melepaskan debu di lintasannya, sehingga menyebabkan hujan meteor. Hujan meteor Lyrid ini bersifat periodik atau terulang setiap tahun dengan puncak hujan terjadi pada 21-22 April setiap tahunnya, walaupun sebelumnya beberapa meteor sudah terlihat pada tanggal 19 dan masih dapat disaksikan hingga tanggal 25 April. Waktu yang terbaik untuk menyaksikan Lyrid Shower adalah pada saat-saat gelap sebelum fajar. Biasanya Lyrid akan menghasilkan meteor 10 sampai 20 buah perjam jika dilihat dari tempat-tempat yang gelap.Tidak seperti arah gerak meteor umumnya yang tidak tertentu, dalam fenomena Hujan Meteor, maka meteor-meteor itu seolah-olah datang dari dari satu titik yang disebut titik sinar atau radian. Penamaan meteor shower biasanya sesuai dengan nama rasi dimana radiannya terletak, misalnya Perseida atau Lyrida.
Lyrid meteor akan muncul dari arah yang dekat dengan bintang Vega yang terang di dalam konstelasi Lyra, meskipun demikian Lyrid tidak ada hubungannya dengan Vega.Telah dikemukakan di atas, sumber asal Lyrid Showwer adalah komet Thatcher. Debu-debu komet tersebut ditarik oleh gravitasi bumi kemudian serpihan debu komet yang berukuran kurang lebih seperti pasir melewati atmosfir bumi dengan kecepatan 49 km/detik terbakar di angkasa dan membentuk seperti goresan cahaya. Itulah meteor! Meteor ini dapat menyebabkan debu terang yang bisa disaksikan dalam beberapa detik.
Meteor Lyrid dari catatan hasil pengamatan yang dilakukan selama ini dinyatakan cukup terang. Ada juga yang intensitas cahayanya kuat dan lebih terang daripada Venus dalam bentuk bola api Lyrid yang melintas sepersekian detik. Kadang-kadang intensitas hujan meteor Lyrid meningkat. Dalam catatan pengamatan atas Lyrid ini biasanya produktivitasnya tidak lebih dari 5 sampai 20 meteor perjam selama puncak showwer itu. Namun pengamat langit pada tahun 1982 misalnya, mencatat produktivitas Lyrid mencapai 90 meteor perjam.
Momen yang sangat mengesankan tentang Lyrid ini didokumentasikan pada tahun 1803 oleh seorang wartawan di Richmond-Virginia, yang menulis:
“Shooting stars. This electrical [sic] phenomenon was observed on Wednesday morning last at Richmond and its vicinity, in a manner that alarmed many, and asthonished every person that beheld it. From one until three in the morning, those starry meteors seemed to fall from every point in the heavens, in such numbers as to resemble a shower of sky rockets….
Dari catatan ini kita tentu tidak tahu apa yang akan dipertunjukkan oleh Lyrid dalam setiap penampilannnya. Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti adalah pergi keluar rumah untuk pada tanggal 21 dan 22 April untuk menyaksikannya.
Mengapa intensitas curah meteor bisa meningkat dan menurun? Sebuah teori menjelaskan, bahwa ketika komet-komet bergerak melepaskan debu di sepanjang lintasannya, lapisan debu ini tidaklah sama tebalnya dan kepadatannya. Bahkan ada bagian-bagian tertentu di lintasan komet yang merupakan sarang dari batu-batu yang berukuran lebih besar. Batu tersebut mungkin berasal pecahan komet-komet yang telah meledak. Apabila bumi melalui lintasan komet yang tingkat ketebalannya debunya kurang maka curah hujan meteor akan sedikit. Tetapi jika kebetulan bumi dan sarang meteoroid berjumpa pada suatu titik lintasan, maka curah hujan meteor akan tinggi.Jika berminat untuk menyaksikan pertunjukan Lyrid Shower, disarankan pada tanggal 21 dan 22 April ketika memasuki malam tidurlah sebentar. Satu jam sebelum pertunjukan Lyrid Meteor Shower keluarlah. Bagi kita di Indonesia, pengamatan yang mudah dilakukan adalah ketika menjelang fajar sekitar pukul 03:00 dini hari. Saat itu titik sinar atau radiant tempat kemunculan Lyrid Meteor sudah pada ketinggian puncak.
Selanjutnya tips agar nyaman mengamati, bawalah selimut hangat, kursi malas, atau menghamparkan tikar di atas tempat yang rata. Silahkan duduk atau berbaring dengan menghadap agak ke arah timur laut. Perhatikan pada arah itu terdapat rasi Lyra dan Hercules. Jika belum terbiasa dengan peta/horoscope langit, untuk mudahnya dapat mengambil patokan bintang Vega, yaitu bintang terang dengan warna putih-kebiruan pada rasi Lyra di arah timur laut pada malam itu. Titik sinar atau kuadran tempat kemunculan meteor shower terdapat di atas bintang itu atau di antara Rasi Lyra dan Hercules. Demikian semoga bermanfaat.

Like ·  · Share · Delete


Responses

  1. kerenz tu !!!!!!!!!!!!!!!

    • Terimakasih semoga informasinya bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: