Oleh: ALIBORON | 4 Mei 2011

Hujan Meteor Eta Aquarid (5 Mei 2011)

Hujan Meteor ETA AQUARID terjadi secara periodik dengan aktifitas maksimumnya tanggal 4-6 Mei. Hujan Meteor ini diduga kuat berhubungan dengan debu komet Halley yang ditinggalkan di sepanjang lintasannya dan ditarik oleh gravitasi bumi.

Eta Aquarid Meteor Shower adalah hujan meteor yang terjadi secara periodik setiap tahun dengan aktifitas hujan maksimum terjadi antara tanggal 4-6 Mei. Beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal aktifitas puncak tersebut sudah dan masih ada meteor-meteor Eta Aquarid yang melesat di atmosfir bumi. Eta Aquarid secara resmi ditemukan tahun 1870, oleh GL Tupman ketika berlayar di Laut Mediterania.Hujan meteor Eta Aquarid ini diduga kuat terjadi karena bumi bertemu dengan lintasan komet Halley yang meninggalkan debu di sepanjang lintasannya. Debu-debu Halley itu kemudian tertarik oleh gravitasi bumi dan meluncur dengan kecepatan tinggi melalui atmosfir hingga terbakar dan membentuk goresan cahaya di langit. Saat peristiwa hujan meteor terjadi Halley saat itu berada dalam jarak sekitar 49.230.000 km atau 32.8 AU.
Halley adalah sebuah komet yang terkenal dengan ekornya yang panjang dan menampakkan diri setiap 76 tahun sekali. Halley sering teramati paling tidak sejak 240 tahun sebelum masehi, namun baru dikenal sebagai komet periodik dan dinamai Halley pada abad 18 sesuai dengan nama seorang ahli astronomi pengamat komet bernama Edmond Halley. Kunjungan Halley terakhir pada 9 Pebruari 1986 lalu dan sesuai dengan siklusnya akan kembali mengunjungi bumi pada 28 Juli 2061 nanti.
Jumlah penampakan hujan meteor Eta Aquarid rata-rata perjam saat maksimumnya sepanjang yang pernah diamati berkisar 10 sampai 50 buah. Angka ini tentu saja tidak pasti. Intensitas curah meteor bisa meningkat tajam apabila bumi kebetulan melalui lintasan komet yang tingkat ketebalan debunya lebih tebal atau berdekatan dengan lintasan yang terdapat penumpukan meteor lebih banyak (gudang meteor). Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bahwa ketika komet-komet bergerak melepaskan debu di sepanjang lintasannya, lapisan debu ini tidaklah sama tebalnya dan kepadatannya. Bahkan ada bagian-bagian tertentu di lintasan komet yang merupakan sarang dari batu-batu yang berukuran lebih besar mungkin berasal dari pecahan komet lainnya.
Hujan meteor Eta Aquarid dalam sejarah pengamatan, memang belum ada menunjukkan intensitas curah yang ekstrim sebagaimana yang pernah terjadi pada hujan meteor Leonid pada bulan November 1833. Saat itu Leonid Shower diperkirakan mencurahkan kira-kira 35.000 meteor perjam bahkan ada yang laporan yang menginformasikan mencapai 100.000 meteor. Sebuah pemandangan yang spektakuler dan sangat menakutkan orang yang melihatnya. Padahal dalam keadaan normal jumlahnya tidak sebanyak itu.
Lokasi Pengamatan Eta Aquarid Meteor Shower
Hujan Meteor Eta Aquarid ini sangat tampak pada daerah dengan lintang rendah di sekitar khatulistiwa atau pada belahan bumi selatan. Sedangkan pada lintang tinggi di belahan bumi utara mengamatinya akan lebih sulit. Mengapa demikian? Karena posisi titik sinar atau radian dari eta aquarid berada di rasi aquarius yang saat itu berada di belahan selatan langit. Pengamat dari lintang tinggi di belahan bumi utara akan melihat posisi radian eta aquaid di langit tenggara setelah melewati tengah malam dengan ketinggian yang rendah, tak lama setelah itu akan menemui fajar. Oleh karena itu hasil pengamatan di bumi utara lebih sedikit berdasarkan laporan berkisar 10-20 meteor per jam. Sementara di bagian langit selatan, pada tanggal tersebut akan melihat Aquarius jauh lebih tinggi di langit, tentu lebih diharapkan dapat memberikan pertunjukan yang lebih menarik dengan angka rata-rata 30-50 per jam!
Sebelumnya tahun 1920 perhatian terhadap Eta Equaid ini tidak terlalu tinggi, namun sejak 1920-an menjadi meningkat, terutama setelah RA McIntosh (Auckland, Selandia Baru) menerbitkan hasil studinya tentang Aquarids Eta. Dia menyatakan curah maksimum pasti datang pada awal Mei, meskipun cuaca buruk namun dengan perkiraan 10 sampai 20 selama periode 02-11 Mei. Dalam lebih 30 tahun terakhir para astronom amatir yang jumlahnya meningkat banyak memberikan laporan observasi, bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat produktivitas shower ini antara belahan utara dan selatan. Di utara bisa mencapai 20 buah perjam, sedangkan di bumi selatan bisa mencapai 30-40 per jam untuk pengamat di Australia dan Selandia Baru. Alasannya sederhana, Aquarius jauh lebih tinggi di langit bagi pengamat langit selatan.
Intensitas hujan meteor dapat diprediksikan dalam hitungan rata-rata berdasarkan pengalaman observasi yang pernah dilaporkan. Namun jika bumi kebetulan dekat dengan lintasan kantong (gudang) meteor maka terjadi peningkatan drastis yang sulit diprediksikan angkanya. Sama dalam kasus hujan meteor lainnya, kita tentu tidak tahu apa yang akan dipertunjukkan oleh Eta Equarid dalam penampilan berikutnya. Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti adalah pergi keluar rumah untuk pada tanggal 5 Mei untuk menyaksikannya.
Jika berminat untuk menyaksikan pertunjukan Eta Aquarid Shower, bagi kita yang berada di Indonesia, pengamatan yang mudah dapat dilakukan sejak lewat tengah malam sekitar Jam 02.00 dini hari agar ketinggian titik sinar (radian) sudah cukup tinggi sampai menjelang fajar. Arahkan pandangan ke timur, perhatikan pada arah itu terdapat rasi Aquarius. Titik sinar atau kuadran tempat kemunculan hujan meteor Eta Aquarid dekat dengan bintang Eta Aquarii, Zeta 1 Aquarii dan Sadachbia.
Demikian semoga bermanfaat.

Like ·  · Share · Delete


Responses

  1. salam kenal.
    saya lihat pake aplikasi (stellarium) juga ternyata betul pak..info yang bagus n keren


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: