Oleh: ALIBORON | 4 April 2015

Gerhana Bulan Total 4 April 2015 dan Anjuran Bagi Umat Islam

Oleh:
Akhmad Syaikhu, SAg SS MSI MHI

Fenomena astronomi berupa gerhana bulan total (total lunar eclipse) akan terjadi pada Sabtu malam (malam Minggu) tanggal 4 April 2015. Ini adalah peristiwa gerhana bulan pertama di tahun 2015 disamping gerhana bulan parsial pada tanggal 28 September 2015 yang akan datang.

Mengapa Gerhana Bulan Terjadi?
Gerhana bulan terjadi bila sebagian atau seluruh bagian bulan melintasi bayangan bumi. Saat itu posisi bumi di antara matahari dan bulan dan ketiga benda langit tersebut berada dalam satu garis lurus, akibatnya sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi. Dengan kata lain gerhana bulan terjadi ketika bulan beroposisi dengan matahari.
Gerhana bulan terjadi pada saat full moon atau bulan purnama, meskipun tidak setiap bulan purnama akan menimbulkan gerhana bulan. Hal ini disebabkan karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sehingga tidak setiap oposisi bulan dan matahari akan menimbulkan gerhana.
Di dalam geometris gerhana bulan, bayangan bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu: umbra, merupakan bayangan gelap bagian dalam, dan penumbra, merupakan bayangan luar yang samar . Dalam jangka waktu setahun, dua sampai empat kali bulan melewati bayangan penumbra dan umbra bumi yang mengakibatkan salah satu dari tiga jenis gerhana bulan berikut:
1. Gerhana Bulan Penumbra.
Gerhana ini terjadi ketika bulan melewati bayangan penumbra bumi. Jenis Gerhana ini sekitar 35 persen dari semua gerhana bulan yang terjadi. Penampakan gerhana bulan selama fase ini sangat halus dan sulit untuk diamati seperti terjadi pada 25 Mei 2013 dan 19 Oktober 2013 lewat.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi ketika sebagian bulan melintasi bayangan umbra bumi. Jenis Gerhana ini sekitar 30 persen dari semua gerhana bulan yang terjadi. Selama fase ini, sebagian dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi, akibatnya bentuk piringan bulan tidak utuh, misalnya terjadi pada 26 April 2013 lewat.
3. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bagian bulan melewati bayangan umbra bumi. Gerhana bulan total terjadi 35 persen dari seluruh gerhana bulan yang terjadi. Ini adalah jenis gerhana bulan yang paling menarik, karena selama gerhana total perubahan warna bulan mencolok. Sinar matahari yang tersebar melalui atmosfir bumi menyaring sebagian besar cahaya biru, membuat cahaya bulan yang tersisa dalam nuansa merah, orange, kuning dan coklat – tergantung pada banyaknya debu dan abu vulkanik di atmosfer bumi. Warna bulan saat gerhana total dapat menjadi indikator tingkat polusi di angkasa.
Gerhana bulan total dimulai dengan penumbra, diikuti oleh gerhana sebagian dan kemudian gerhana total, selanjutnya gernaha sebagian dilanjutkan dengan penumbra dan setelah itu gerhana selesai. Seluruh gerhana bulan aman untuk diamati tanpa menggunakan filter atau dengan mata telanjang.

Kapan dan dimana gerhana bulan total 4 April 2015 dapat diamati?
Gerhana bulan total pada 4 April 2015 berdasarkan peta gerhana bulan dari Sky View Cape akan dapat disaksikan dari seluruh kawasan Indonesia. Selain itu dapat diamati juga di wilayah Asia Timur, Australia, Lautan Pasifik dan sebagian wilayah Amerika Tengah dan Utara.
Secara umum semakin ke timur dari titik pengamatan semakin panjang waktu gerhana dapat terlihat. Sebaliknya makin ke barat akan semakin pendek.

Fase-fase gerhana bulan dilihat dari Banjarmasin pada 4 April 2015 adalah:
Bulan mulai masuk bayangan penumbra bumi yang menimbulkan gerhana samar terjadi pada pukul 16:59:36 sampai pukul 18:15:24 WITA. Pada fase ini di Banjarmasin awal gerhana penumbra tidak teramati karena bulan belum terbit, posisinya masih berada di bawah ufuk sebelah timur. Setelah bulan meninggi di timur gerhana penumbra sudah terjadi.
2. Bulan mulai masuk bayangan gelap (umbra) Bumi atau gerhana sebagian pada pukul 18:15:24 WITA. Untuk kota Banjarmasin bulan mulai dapat teramati di sebelah timur langit pada azimuth 94˚ 52’ sekitar pukul 18:38 WITA pada ketinggian sekitar 3 derajat.
3. Awal Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 19:54:06 WITA. Bulan purnama yang biasanya terang akan tampak bercahaya redup dengan warna merah tembaga atau merah darah akibat refraksi atau pembiasan cahaya matahari oleh atmosfir bumi.
4. Puncak gerhana atau maksimum gerhana berlangsung pada pukul 20:00:12 WITA pada ketinggian sekitar 10.6 derajat.
5. Akhir Gerhana Bulan Total berlangsung pada pukul 20:06:18 WITA, setelah itu memasuki fase gerhana bulan sebagian atau gerhana bulan parsial.
6. Bulan mulai meninggalkan bayangan umbra bumi pada pukul 22:45:06 WITA pada ketinggian sekitar 51 derajat.
7. Bulan mulai meninggalkan bayangan penumbra bumi pada pukul 23:00:48 WITA, mengakhiri fase gerhana samar, sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian fase gerhana pada ketinggain 67 derajat.
Dari data di atas dapat diketahui bahwa lama waktu gerhana dari fase penumbra hingga gerhana berakhir adalah 6 jam 1 menit 12 detik. Gerhana matahari sebagian terjadi selama 3 jam 29 menit 42 detik. Sedangkan fase gerhana total berlangsung 12 menit 12 detik.
Untuk tampilan gerhana yang spektakular hanya terjadi sekitar 12 menit dari pukul 19:54 – 20:06 WITA. Itulah saat yang terbaik untuk menyaksikan terjadinya peristiwa gerhana.

Islam Menentang Mitologi Gerhana
Dalam perspektif Alquran fenomena gerhana bulan semata-mata merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang disitir pada Surah Al-Imran ayat 27: “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam “.
Allah dengan kekuasaan dan kehendakNya menjadikan dua keadaan yang berbeda namun bisa menyatu di suatu tempat, misalnya di bumi berlangsung keadaan malam sementara pada sisi lainnya dalam keadaan siang. Demikian pula pada bulan purnama tanggal 4 April 2015 adalah suatu keadaan siang (di bulan) yang dimasukkan Allah ke dalam suasana malam melalui bayangan bumi yang kita saksikan sebagai fenomena gerhana.
Jauh sebelum Islam datang ada mitos yang diyakini bangsa Arab dan termasuk sebagian sahabat kala itu bahwa gerhana adalah pertanda adanya kelahiran atau kematian seorang tokoh besar. Bersamaan dengan kematian Ibrahim putera Rasulullah, kebetulan terjadi pula gerhana matahari. Peristiwa itu dalam rekonstruksi hisab terjadi pada zaman Rasulullah pada 27 Januari 632 M / bertepatan dengan peristiwa Ijtimak (conjuntion) 29 Syawal tahun 10 H. Kaum muslimin menganggap peristiwa itu suatu mukjizat. Mereka menganggap gerhana matahari terjadi karena kematian Ibrahim. Hal ini terdengar oleh Rasulullah. Beliau menemui kaum Muslimin dan menjelaskan bahwa terjadinya gerhana matahari bukan karena kematian Ibrahim bin Muhammad. “Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah, tiadalah gerhana matahari dan gerhana bulan itu karena kematian atau kelahiran seseorang. Kalau kalian melihat hal itu, maka segeralah kamu melaksanakan shalat”. (Hadis riwayat Imam Bukhari).

Anjuran Bagi Ummat Islam
Sesuai pesan Rasulullah pada peristiwa gerhana bulan 4 April 2015 nanti, umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana bulan hendaknya melakukan shalat gerhana secara berjamaah. Di dalam fikih shalat gerhana termasuk sunat muakkadah (sangat dianjurkan).
Pelaksanaan shalat gerhana dilengkapi dengan khutbah yang isinya memuat pesan untuk mengingatkan jamaah pada kekuasaan dan kemahabesaran Allah.
Ummat Islam juga dianjurkan menghadirkan rasa takut kepada Allah baik karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan. Selain itu disunnatkan memperbanyak istighfar, berzikir berdoa, bertakbir, menolong sesama, melaksanakan shalat, serta berlindung kepada Allah dari azab neraka dan azab kubur.
Waktu untuk melaksanakan shalat sebaiknya setelah bersama-sama menyaksikan peristiwa gerhana bulan fase total yang terjadi sekitar 19:54 sampai 20:06 WITA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: